LABUANBAJOVOICE.COM – Senja yang perlahan turun di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (6/6/2026), menjadi latar sempurna bagi penampilan penyanyi Indonesia Timur, Justy Aldrin.
Ribuan pengunjung yang memadati Natas Parapuar larut dalam suasana romantis ketika musisi asal Maluku itu membawakan deretan lagu populernya dalam kolaborasi acara Weekend at Parapuar (WAP) dan PENTAS.
Sejak kemunculannya di atas panggung, Justy langsung disambut antusias. Lagu-lagu yang selama ini akrab di telinga penggemarnya, seperti Luka Kanapa, Ko Bukan Pelangi, Dua Raja Satu Hati, Rumah Par Ale, Kiamat, Beta Pung Bahagia, Su Seng Rasa, hingga Hilang, dinyanyikan bersama oleh para penonton yang memenuhi area pertunjukan.
Keistimewaan konser tersebut bukan hanya terletak pada penampilan sang penyanyi.
Panorama alam Parapuar yang menghadap hamparan perbukitan dan bentang alam Labuan Bajo menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Langit yang berubah jingga menjelang matahari terbenam menciptakan suasana hangat yang menyatu dengan lirik-lirik lagu bertema cinta, kerinduan, dan perjalanan hidup.
Justy mengaku terpukau dengan lokasi pertunjukan yang menurutnya memiliki daya tarik tersendiri.
“Ini tempat terindah. Nyanyi di sini sangat terkesan,” ujar Justy di hadapan para pengunjung.
Momen yang paling membekas terjadi ketika lagu Hilang dibawakan menjelang matahari tenggelam. Saat cahaya senja mulai meredup, suasana di kawasan Parapuar seolah berubah menjadi ruang refleksi bersama.
Penonton menikmati setiap lirik dalam keheningan yang hanya sesekali dipecah oleh suara mereka yang ikut bernyanyi.
Bagi banyak pengunjung, pengalaman menikmati konser di ruang terbuka seperti ini menghadirkan kesan yang berbeda dibandingkan pertunjukan musik pada umumnya.
Salah seorang pengunjung, Anastasi, mengaku suasana alam menjadi faktor yang membuat penampilan Justy terasa lebih istimewa.
“Suasana sunset di Parapuar membuat kami semakin menikmati lagu-lagu yang dibawakan Justy. Rasanya berbeda dan sangat berkesan,” katanya.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dengan program PENTAS atau Pagelaran Event di Destinasi Pariwisata Prioritas dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Selain konser musik, pengunjung juga menikmati berbagai atraksi lain seperti pertunjukan budaya dari Sanggar I Production, penampilan musik Embun n Friend, hingga permainan tradisional yang melibatkan masyarakat dan wisatawan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan Weekend at Parapuar menjadi bagian dari upaya menghadirkan alternatif wisata darat yang mampu memperkaya pengalaman wisatawan selama berada di Labuan Bajo.
Menurut dia, Parapuar tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan wisata alam, tetapi juga ruang publik yang menghubungkan seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
“Kawasan Natas Parapuar tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan wisata alam, tetapi juga ruang publik yang menghubungkan seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Andy.
Melalui kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata, BPOLBF berharap penyelenggaraan berbagai event di Parapuar dapat semakin memperkuat daya tarik Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata unggulan yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar wisata bahari.
Penampilan Justy Aldrin pada senja itu menjadi bukti bahwa perpaduan musik, alam, dan budaya mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
Di Parapuar, ratusan orang tidak hanya menikmati konser, tetapi juga merayakan keindahan Labuan Bajo dalam cara yang sederhana namun sulit dilupakan.**





Tinggalkan Balasan