LABUANBAJOVOICE.COM — Kepolisian mengungkap penyebab kecelakaan tunggal truk Hino Fuso yang menewaskan satu penumpang di Jalan Trans Flores, Kampung Rangga Watu, Desa Golo Ndesat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis malam (26/2/2026).
Insiden maut tersebut dipicu kegagalan fungsi mekanis kendaraan saat melintas di jalan menurun dalam kondisi cuaca buruk.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.30 Wita di tengah hujan deras dan kabut tebal. Truk bernomor polisi L 8996 UCD bermuatan seng dan triplek itu dikemudikan Adrianus Dala (29), melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng.
Di dalam kabin terdapat dua penumpang, Yakobus Nay (22) dan Yoseph Rojerius Noa (19), seorang pelajar asal Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Kanit Gakkum Lantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., Jumat (27/2/2026) siang, memaparkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan pengemudi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya, situasi berubah mencekam saat truk memasuki ruas jalan lurus yang sedikit menurun di Rangga Watu. Pada momen itu, sistem kendaraan mengalami kegagalan total.
“Kopling truk tiba-tiba blong dan persneling serta rem tidak bisa difungsikan sama sekali. Mobil langsung hilang kendali dan meluncur keluar jalur,” jelas IPDA Bayu.
Dalam kondisi darurat, pengemudi sempat memperingatkan penumpang agar tetap berada di dalam kabin demi keselamatan.
“Tetap di dalam! Jangan keluar!” teriak sang pengemudi untuk menenangkan penumpang saat truk mulai tergelincir ke arah kiri jalan,” ujar IPDA Bayu saat menceritakan kembali kesaksian sopir tersebut.
Namun kepanikan diduga melanda Yoseph Rojerius Noa. Saat kendaraan miring dan hendak masuk ke parit, korban mencoba menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui pintu kiri.
Keputusan itu berujung fatal. Tubuhnya terjepit di antara pintu truk dan gundukan tanah keras ketika kendaraan berhenti di dalam got.
Sementara itu, pengemudi Adrianus Dala dan Yakobus Nay yang bertahan di dalam kabin berhasil selamat, meski mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengamanan barang bukti. Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat hujan masih turun dan arus lalu lintas relatif sepi.
“Kami telah mengamankan barang bukti berupa satu unit truk Hino Fuso dan mencatat identitas para saksi di lokasi kejadian. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 1 juta, namun nyawa yang hilang tentu tidak ternilai harganya,” ungkap IPDA Bayu.
Ia menegaskan, kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum melintasi jalur ekstrem Trans Flores, terutama pada musim penghujan.
“Kondisi geografis di Manggarai Barat menuntut kewaspadaan tinggi karena medannya yang cukup menantang. Oleh karena itu, faktor keselamatan harus menjadi prioritas, terutama melalui pengecekan rutin terhadap kelaikan kendaraan,” ujarnya.
Jenazah korban telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, pada malam kejadian untuk disemayamkan pihak keluarga.
“Tadi malam, korban meninggal dunia telah diberangkatkan ke kampung halaman untuk proses pemakaman. Adapun dua korban selamat saat ini masih dalam kondisi trauma dan memilih untuk pulang ke daerah asal mereka,” sebut perwira polisi tersebut.**





Tinggalkan Balasan