LABUANBAJOVOICE.COM – Kebakaran lahan terbuka melanda kawasan perbukitan di sekitar Plataran Komodo Resort hingga wilayah Keranga, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu, 15 Juli 2026.

Api baru berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku selama sekitar enam jam di tengah medan terjal, angin kencang, dan kepulan asap tebal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Otong, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui call center Pemadam Kebakaran dari pihak Nawa Bajo Resort pada pukul 14.18 WITA.

Tim pemadam kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan tiba hanya dalam waktu 14 menit, tepatnya pukul 14.32 WITA.

Sebanyak 19 personel di bawah komando Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kobaran api dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu mobil suplai air Damkar, satu mobil suplai air BPBD, serta satu mobil suplai air PDAM.

“Kami bergerak segera setelah menerima laporan. Seluruh personel difokuskan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan yang lebih berisiko, termasuk area di sekitar fasilitas pariwisata,” kata Yeremias Otong dalam keterangannya kepada media, Rabu malam, 15 Juli 2026.

Menurut dia, sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pengendalian api yang terus menjalar akibat kondisi angin yang cukup kencang.

Operasi berlangsung hingga sekitar pukul 20.35 WITA. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses cooling atau pendinginan dengan menyiram seluruh area terdampak untuk menurunkan suhu material yang terbakar.

Selanjutnya dilakukan mopping up atau penyisiran menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Setelah proses pendinginan dan penyisiran selesai, kami memastikan tidak ditemukan lagi titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Lokasi kemudian dinyatakan aman sebelum personel kembali ke pos,” ujar Yeremias.

Luas Lahan Terbakar Capai 100 Hektare

Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hingga 100 hektare.

Meski areal yang terbakar cukup luas, petugas memastikan kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Hingga proses penanganan berakhir, tidak ditemukan titik api aktif maupun bara api yang tersisa.

Yeremias mengungkapkan operasi pemadaman menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.

Selain kondisi geografis berupa kawasan perbukitan yang curam, akses kendaraan menuju titik api juga sangat terbatas sehingga personel harus bekerja ekstra.

Di sisi lain, tiupan angin yang cukup kencang mempercepat penyebaran api, sementara asap tebal mengurangi jarak pandang petugas selama proses pemadaman.

“Luas area kebakaran menjadi tantangan tersendiri. Karena itu kami membagi personel ke beberapa sektor pemadaman dan memprioritaskan titik-titik yang berpotensi memperluas penyebaran api,” katanya.

Untuk menjaga ketersediaan air selama operasi berlangsung, Damkar mengoptimalkan dukungan mobil suplai air milik BPBD dan PDAM.

Strategi pemadaman dilakukan secara bertahap pada titik-titik prioritas, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran hingga dipastikan tidak ada potensi penyalaan kembali.

Satpol PP Manggarai Barat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi kering sangat mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan titik api. Penanganan sejak dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun kawasan wisata Labuan Bajo,” tutur Yeremias.**