Menurutnya, keberadaan kantin bukan sekadar menyediakan makanan dan minuman, tetapi juga menjadi sumber pendapatan koperasi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
“Pada intinya ada kemajuan dua sampai tiga bulan ini. Mudah-mudahan di tahun ini juga ada pembagian SHU-nya. SHU itu pembagian keuntungan untuk anggota. Kebetulan anggota kita ada 51 orang, terdiri dari ASN maupun non-ASN,” ujarnya.
Fance menjelaskan Kantin Simido La Bajo tidak hanya melayani pegawai Imigrasi, tetapi juga tamu yang mengurus dokumen keimigrasian serta masyarakat umum.
Pengunjung yang sedang menunggu antrean layanan keimigrasian dapat menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman yang tersedia.
Bahkan, pihak kantin menyiapkan promosi khusus melalui banner informasi dalam bahasa Indonesia dan Inggris untuk memudahkan wisatawan maupun warga yang berkunjung.
“Selain menjelaskan tentang dokumen-dokumen yang ada di sini, nanti kita sampaikan juga kita punya kantin di sini,” katanya.





Tinggalkan Balasan