Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung, diminta lebih berhati-hati apabila kondisi udara dirasakan mengganggu kesehatan.

Masyarakat juga disarankan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi yang dirasakan, terutama apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

BMKG menekankan bahwa untuk mengetahui kondisi kualitas udara yang sebenarnya di permukaan, diperlukan pengukuran langsung.

Data pemodelan atmosfer dapat menjadi petunjuk awal, tetapi tidak dapat menggantikan hasil pengukuran kualitas udara di lokasi.

Hingga analisis lebih lanjut tersedia, penyebab pasti kekaburan udara di Manggarai Barat masih belum dapat dipastikan.

Karena itu, dugaan keterkaitan dengan kebakaran hutan di Kalimantan, Papua, Maluku, maupun wilayah lainnya perlu ditempatkan sebagai kemungkinan yang masih membutuhkan pembuktian ilmiah.

Kejelasan mengenai sumber partikulat menjadi penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, tidak memicu kekhawatiran berlebihan, serta menjadi dasar bagi langkah antisipasi yang tepat.**