BMKG juga memantau kondisi angin dan aktivitas titik panas di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, angin di wilayah NTT masih didominasi dari arah timur. Sementara itu, pantauan satelit Himawari menunjukkan adanya titik panas di sejumlah wilayah NTT.

Informasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi atmosfer yang dilakukan BMKG. Namun, keberadaan titik panas dan pola angin yang terpantau belum cukup untuk memastikan sumber partikulat yang terindikasi di Manggarai Barat.

Untuk mengetahui apakah partikel tersebut berasal dari kebakaran hutan di wilayah tertentu atau merupakan hasil perpindahan aerosol dari sumber lain, dibutuhkan kajian meteorologis lebih lanjut.

Analisis tersebut mencakup hubungan antara pola angin, citra satelit, dan lintasan pergerakan massa udara. Melalui analisis ini, kemungkinan asal serta jalur transportasi partikulat menuju Manggarai Barat dapat ditelusuri secara lebih terukur.

Di tengah ketidakpastian penyebab kekaburan udara tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.