LABUANBAJOVOICE.COM — Kondisi rusak Jembatan Dermaga Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian setelah keluhan warga beredar di media sosial.

Kerusakan pada akses menuju dermaga tersebut cukup mengkhawatirkan. Sejumlah papan kayu mengalami pelapukan dan patah, sementara beberapa bagian anak tangga telah hilang.

Akibatnya, terdapat celah terbuka pada jalur turun menuju dermaga yang mengarah langsung ke permukaan air laut.

Fasilitas tersebut merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat pesisir, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk menuju kapal maupun membawa barang logistik.

Keluhan mengenai kondisi fasilitas itu kemudian mendapat respons cepat dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat.

Personel mendatangi lokasi sekitar pukul 08.30 WITA, Senin (31/8/2026), untuk mengecek kondisi jembatan sekaligus melakukan perbaikan darurat.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengatakan respons tersebut dilakukan setelah pihaknya mengetahui keluhan masyarakat melalui media sosial.

“Begitu mendapati informasi keluhan masyarakat di media sosial, kami langsung merespons dan mengecek kondisi lapangan.” kata Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., saat dikonfirmasi pada Senin malam.

Christian menilai keberadaan Dermaga Kampung Ujung penting bagi aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

“Dermaga Kampung Ujung ini merupakan salah satu titik vital pergerakan ekonomi masyarakat pesisir dan akses utama ke kapal,” ujarnya.

Menurut Christian, kerusakan papan jembatan disebabkan pelapukan alami akibat terus-menerus terpapar air laut dan perubahan pasang surut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan digunakan warga untuk membawa berbagai barang menuju kapal.

Karena itu, perbaikan diarahkan untuk mengurangi potensi kecelakaan sekaligus memastikan akses dapat digunakan dengan lebih aman.

“Fokus kami adalah mitigasi risiko kecelakaan. Kami membongkar papan kayu tua yang sudah lapuk dan menggantinya dengan kayu berkualitas kuat dan tahan air, serta memperkokoh struktur penyangganya agar aman saat dibebani barang belanjaan,” tegas Christian.

Pekerjaan perbaikan berlangsung sekitar satu setengah jam dan selesai pada pukul 10.00 WITA.

Personel tidak langsung membuka akses secara penuh. Pengujian beban dan kekuatan papan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan hasil perbaikan aman digunakan masyarakat.

Abdulah (45), warga lokal yang sehari-hari mengangkut logistik, mengaku kondisi jembatan sebelumnya menyulitkan warga, terutama ketika membawa barang dengan beban berat.

“Akses turun ke dermaga ini sebelumnya sangat berisiko, terutama saat kami membawa barang bawaan berat menuju kapal.” tutur Abdulah (45), salah seorang warga lokal pengangkut logistik.

Ia mengatakan kerusakan jembatan membuat warga menghadapi risiko kecelakaan ketika melintasi akses tersebut.

“Potensi tergelincir atau jatuh ke laut sering kali terjadi. Kami sangat berterima kasih kepada Satpolairud Polres Manggarai Barat yang cepat tanggap dan langsung memperbaiki fasilitas ini,” Katanya.

Perbaikan darurat tersebut menjadi bentuk respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat sekaligus langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan di fasilitas publik kawasan pesisir.

Untuk penanganan jangka panjang, Sat Polairud Polres Manggarai Barat akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan instansi teknis terkait.

Koordinasi tersebut diperlukan agar kondisi fasilitas Dermaga Kampung Ujung dapat dipantau dan ditata secara berkelanjutan, mengingat tingginya aktivitas masyarakat yang menggunakan akses tersebut.**