LABUANBAJOVOICE.COM – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan 15 unit tong sampah untuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan dan budaya.
ITDC melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan bantuan pada Senin (20/4/2026) kepada panitia pelaksana Ida Bhatara Turun Kabeh, salah satu upacara keagamaan terbesar di Bali yang rutin digelar setiap tahun.
Bantuan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama pelaksanaan upacara yang dihadiri ribuan umat Hindu dari berbagai daerah.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, bersama tim TJSL ITDC menyerahkan bantuan secara langsung yang diterima oleh panitia karya di kawasan pura.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilakukan ITDC di sejumlah pura di Bali, dengan fokus pada penguatan sarana pengelolaan sampah di kawasan suci.
Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga mempertahankan kesucian lingkungan pura di tengah meningkatnya aktivitas keagamaan.
“ITDC mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan suci, sebagai wujud harmonisasi antara pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan tanggung jawab sosial,” kata Agus, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kontribusi perusahaan diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara aktivitas pariwisata, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui program TJSL, ITDC berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat lokal, termasuk dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang sakral.
“Melalui program TJSL, kami ingin memastikan bahwa kegiatan keagamaan yang sakral seperti Ida Bhatara Turun Kabeh dapat berlangsung dengan nyaman dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung harmoni antara manusia, alam, dan budaya,” tambah Agus.
ITDC juga menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus menjadi landasan dalam setiap program yang dijalankan, terutama yang berbasis komunitas dan berdampak langsung pada lingkungan.
Penguatan pengelolaan lingkungan di kawasan suci menjadi bagian dari strategi jangka panjang ITDC dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali.
Sinergi antara pelaku pariwisata, masyarakat adat, dan pengelola kawasan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kunjungan wisata dan pelestarian nilai budaya serta lingkungan.**






Tinggalkan Balasan