“ITDC mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan suci, sebagai wujud harmonisasi antara pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan tanggung jawab sosial,” kata Agus, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kontribusi perusahaan diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara aktivitas pariwisata, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui program TJSL, ITDC berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat lokal, termasuk dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang sakral.
“Melalui program TJSL, kami ingin memastikan bahwa kegiatan keagamaan yang sakral seperti Ida Bhatara Turun Kabeh dapat berlangsung dengan nyaman dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung harmoni antara manusia, alam, dan budaya,” tambah Agus.
ITDC juga menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus menjadi landasan dalam setiap program yang dijalankan, terutama yang berbasis komunitas dan berdampak langsung pada lingkungan.






Tinggalkan Balasan