LABUANBAJOVOICE.COM — Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Barat turut membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Sano Nggoang, Senin (17/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian M, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Ida Bagus Ari Bramiartha, terlibat langsung dalam proses pendistribusian bantuan bersama unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Bantuan berasal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Sosial. Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Labuan Bajo berperan membantu proses penyaluran agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak langsung.

Total bantuan yang dibawa mencapai 1 ton beras. Penyalurannya dilakukan berdasarkan pendataan serta kebutuhan masyarakat terdampak di Kecamatan Sano Nggoang.

Sebelum pendistribusian, jajaran Kantor Imigrasi Labuan Bajo bersama Forkopimda mengikuti koordinasi di BPBD Kabupaten Manggarai Barat terkait penanganan masyarakat terdampak bencana.

Koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Manggarai Barat kepada jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda untuk bergerak bersama membantu masyarakat yang terdampak gempa.

Tim kemudian berangkat dari Labuan Bajo bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat.

Rombongan tiba di Kecamatan Sano Nggoang sekitar pukul 19.00 WITA. Bantuan selanjutnya diterima Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Kecamatan Sano Nggoang terdiri atas 15 desa. Sejumlah desa di wilayah tersebut mengalami dampak langsung akibat gempa bumi.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah kecamatan melakukan pendataan terhadap masyarakat terdampak. Bantuan diprioritaskan kepada desa yang mengalami dampak langsung, sementara bantuan yang tersisa diserahkan kepada pihak kecamatan untuk didistribusikan ke desa lainnya sesuai kebutuhan.

Setelah penyerahan di tingkat kecamatan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju dua desa yang terdampak langsung, yakni Desa Golo Mbu dan Desa Golo Ndaring.

Di Desa Golo Mbu, sebanyak 230 kilogram atau 23 karung beras disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, Desa Golo Ndaring menerima 310 kilogram atau 31 karung beras.

Adapun sisa bantuan sebanyak 460 kilogram atau 46 karung beras diserahkan kepada Kantor Camat Sano Nggoang untuk selanjutnya didistribusikan kepada desa-desa lainnya berdasarkan kebutuhan dan hasil pendataan.

Dalam proses tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga berdiskusi langsung dengan kepala desa dan sekretaris desa untuk mengetahui jumlah warga terdampak, kondisi masyarakat, serta kebutuhan yang masih diperlukan setelah gempa.

Charles mengatakan keterlibatan jajaran Kantor Imigrasi Labuan Bajo merupakan bentuk dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam menangani dampak bencana.

“Kami turut membantu menyalurkan bantuan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada masyarakat yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat. Semoga kondisi pascagempa dapat segera membaik, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tenang, serta gempa susulan yang masih terjadi dapat segera berhenti,” ujar Charles.

Selain membantu distribusi logistik, jajaran Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga menyampaikan doa dan belasungkawa kepada para korban meninggal dunia serta masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

“Kami menyampaikan doa dan belasungkawa kepada seluruh korban yang meninggal dunia dan juga kepada seluruh masyarakat yang mengalami dampak dari bencana ini. Semoga proses evakuasi, penanganan, dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar serta seluruh masyarakat Flores senantiasa diberikan perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” ungkapnya.

Kehadiran Kantor Imigrasi Labuan Bajo bersama Forkopimda di wilayah terdampak menjadi bagian dari kolaborasi lintas instansi dalam memastikan bantuan pemerintah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan tidak hanya berorientasi pada distribusi logistik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah dan unsur terkait untuk melihat langsung kondisi warga serta memetakan kebutuhan pascabencana.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penanganan masyarakat terdampak sekaligus memastikan bantuan diberikan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam masa tanggap darurat. Kehadiran pemerintah dan berbagai unsur terkait juga diharapkan memberikan rasa aman serta dukungan moral bagi warga yang tengah berupaya bangkit.

Kepedulian dan gotong royong lintas instansi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat Flores. Dukungan yang diberikan hari ini diharapkan dapat membantu warga melewati masa sulit dan secara bertahap kembali menjalankan kehidupan secara aman dan tenang.**