LABUANBAJOVOICE.COM – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo memperkuat perannya sebagai fasilitator pembangunan sumber daya manusia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik eLBajo Commodus, Senin (20/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan keimigrasian.
Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, bersama Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si.
Kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan antara institusi pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai regulasi dan dinamika keimigrasian di Indonesia maupun dunia.
Dalam implementasinya, ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan kuliah umum, seminar, diskusi ilmiah, penelitian bersama, program magang mahasiswa, hingga pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi keimigrasian.
Program-program tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat kapasitas akademik di bidang keimigrasian.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi menuju World Class University melalui peluang penyelenggaraan dosen tamu internasional, seminar dan konferensi internasional, penelitian kolaboratif bersama mitra luar negeri, hingga penguatan jejaring akademik global.
Tidak berhenti pada sektor akademik, sinergi tersebut juga menyasar pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Binaan Imigrasi.
Politeknik eLBajo Commodus akan dilibatkan dalam kegiatan edukasi, penyuluhan hukum keimigrasian, pendampingan masyarakat, hingga sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Melalui keterlibatan mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, Desa Binaan Imigrasi diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta memperkuat ketahanan terhadap berbagai bentuk kejahatan transnasional.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam menghadirkan inovasi yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas,” kata Charles dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap berbagai program edukasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan literasi keimigrasian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., menyambut positif terjalinnya kolaborasi tersebut.
Menurutnya, kemitraan dengan Kantor Imigrasi Labuan Bajo akan membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama ini akan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Melalui penandatanganan PKS ini, kedua institusi berkomitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan, inovatif, dan berdampak nyata.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Labuan Bajo, tetapi juga memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dalam mendukung pembangunan nasional, pelayanan publik yang adaptif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.**





Tinggalkan Balasan