Charles mengatakan, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam distribusi bantuan pascabencana. Cuaca buruk dan akses transportasi laut dapat memperlambat mobilitas bantuan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pokok.

Karena itu, penyaluran bantuan ke wilayah yang aksesnya relatif sulit menjadi perhatian Imigrasi Labuan Bajo.

Sebelum bergerak menuju Pulau Longos, Imigrasi Labuan Bajo telah menyalurkan sekitar tiga ton beras kepada warga terdampak gempa di wilayah Sanonggoang.

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke dua desa dan diterima oleh pemerintah desa setempat.

Dalam proses penyaluran, Charles bersama tim juga berdialog dengan kepala desa dan camat untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat serta kebutuhan warga setelah bencana.

“Kami sudah menyampaikan dan membagikan, bahkan ada dua desa yang langsung kami turunkan bantuannya. Dan sudah diterima dengan baik,” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya lintas unsur untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa tetap terpenuhi, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan.