BMKG kemudian melakukan pemutakhiran informasi berdasarkan hasil pemantauan muka air laut. Sejumlah perubahan muka air laut terdeteksi, termasuk di Labuan Bajo sebesar 0,36 meter, Maurole-Ende 0,94 meter, Dompu 0,17 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, serta sejumlah lokasi lainnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa peringatan dini tsunami bukan sekadar informasi yang harus diabaikan masyarakat. Warga di wilayah pesisir diminta menjadikan informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah sebagai rujukan utama.

“Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG,” bunyi pernyataan BMKG.

Dalam perkembangan berikutnya, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 tersebut telah berakhir. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG juga mencatat terjadinya sejumlah gempa susulan setelah gempa utama. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.