Ada dua prioritas utama yang saat ini dijalankan petugas.
Pertama, mengevakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Kedua, memindahkan masyarakat terdampak menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan pertolongan menjadi sangat berpacu dengan waktu. Setiap keterlambatan dapat meningkatkan risiko terhadap korban yang masih membutuhkan pertolongan.
346 Rumah Rusak, Fasilitas Publik Turut Terdampak
Dampak gempa tidak berhenti pada korban jiwa dan luka-luka. Ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Berdasarkan data BNPB, Sabtu malam (15/8/2026) sebanyak 346 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 157 rumah masuk kategori rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga melanda berbagai fasilitas publik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
BNPB mencatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor mengalami kerusakan.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa tantangan pascabencana akan berlangsung lebih panjang daripada sekadar proses evakuasi.





Tinggalkan Balasan