“Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan bagaimana pengalaman tersebut dikembangkan menjadi pola perjalanan yang menarik. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan,” ungkap Bayu pada 15 Oktober 2026.
Keterlibatan agen perjalanan, media, dan influencer diharapkan memperluas jangkauan promosi destinasi daratan Flores. Agen perjalanan berpeluang menyusun paket wisata, sedangkan media dan kreator konten dapat membantu memperkenalkan pengalaman wisata kepada khalayak yang lebih luas.
Sebelumnya, melalui Table Top Business Meeting pada 12 Oktober 2026, lima pelaku usaha pariwisata, yakni Mala Nusa, La Main, Desa Wisata Wae Lolos, Mosalaki Phinisi, dan Up & Up Komodo, mempresentasikan produk serta layanan mereka untuk menjajaki peluang kolaborasi dengan mitra perjalanan.
Kegiatan bisnis tersebut melengkapi perjalanan lapangan dengan upaya mempertemukan potensi destinasi dan kebutuhan pasar.





Tinggalkan Balasan