Sementara itu, kunjungan ke Desa Warloka Pesisir diisi dengan kegiatan penanaman mangrove dan pengenalan ekowisata. Aktivitas tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan destinasi dan upaya menjaga lingkungan pesisir.
Rangkaian perjalanan turut mencakup Rumah Tenun Baku Peduli untuk mengenal kerajinan tenun lokal. Kerajinan tradisional menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus membuka peluang pemasaran produk masyarakat.
Beragam aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa wisata daratan Flores dapat dikembangkan melalui kombinasi pengalaman alam, budaya, edukasi, dan interaksi dengan masyarakat.
Kegiatan famtrip diawali dengan Sunset Yoga di Natas Parapuar. Kawasan tersebut merupakan bagian dari pengembangan destinasi oleh BPOLBF untuk memperkaya pilihan aktivitas wisata di Labuan Bajo.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa potensi wisata bahari dan daratan Flores perlu dikembangkan secara terintegrasi agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan pengalaman.





Tinggalkan Balasan