“Pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan Flores perlu dilakukan secara terintegrasi dengan menghubungkan potensi wisata bahari dan daratan. Keduanya bukan untuk saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam bagi wisatawan,” ujarnya.

Menurut Andhy, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, agen perjalanan, dan masyarakat lokal dibutuhkan untuk mengemas potensi tersebut menjadi produk wisata yang kompetitif sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

Parapuar diharapkan menjadi salah satu pilihan yang melengkapi perjalanan wisatawan sebelum atau sesudah menjelajahi destinasi lain di daratan Flores.

Kegiatan pengenalan destinasi ini diselenggarakan oleh Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata, bersama BPOLBF.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama pada Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Bayu Erlangga, menjelaskan bahwa famtrip diarahkan untuk memperkenalkan pengalaman wisata sekaligus mengembangkannya menjadi produk perjalanan yang siap dipasarkan.