LABUANBAJOVOICE.COM — Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., memastikan BULOG terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak gempa Flores dan menyiapkan penyaluran bantuan pangan secara bertahap.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Rizal usai mendampingi Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi pengungsian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya kebutuhan pangan, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Ahmad Rizal mengatakan BULOG siap mendukung pemerintah dalam penanganan bencana, terutama melalui penyediaan dan distribusi pangan bagi masyarakat yang terdampak.

“BULOG siap bergerak cepat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Ahmad Rizal.

Usai meninjau kondisi masyarakat di Reok, Amran bersama Ahmad Rizal kemudian bergeser ke lokasi gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Peninjauan gudang tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kondisi bantuan logistik berada dalam keadaan aman serta siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan logistik tersebut antara lain Manggarai Timur dan Labuan Bajo, yang menjadi bagian dari kawasan terdampak dan jalur distribusi bantuan di NTT.

Ahmad Rizal menegaskan, pemantauan terhadap perkembangan situasi akan terus dilakukan. Penyaluran bantuan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

“Bantuan yang sudah disalurkan merupakan bagian dari dukungan BULOG dalam masa tanggap darurat. Kami akan terus memastikan ketersediaan bantuan dan memperkuat koordinasi agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pangan yang diperlukan,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan bencana, BULOG mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan minyak goreng bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran 202 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat.

Penyaluran masih berlangsung sehingga jumlah bantuan diperkirakan akan bertambah seiring proses pengiriman logistik ke wilayah yang membutuhkan.

Sebelumnya, BULOG juga telah menyalurkan bantuan beras ke Kabupaten Manggarai dan Nagekeo sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Untuk menjaga ketersediaan pangan selama masa tanggap darurat dan pemulihan, BULOG memastikan stok beras di wilayah NTT saat ini mencapai 35 ribu ton.

Selain stok tersebut, BULOG menyiapkan tambahan 40 ribu ton beras yang akan dimobilisasi dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Tambahan pasokan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk memperkuat cadangan pangan di NTT sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap dapat dipenuhi.

Mobilisasi stok dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di wilayah terdampak, kondisi akses distribusi, serta perkembangan situasi pascabencana.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan kebutuhan pangan tidak hanya berfokus pada bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga memastikan pasokan berikutnya tersedia ketika kebutuhan masyarakat terus berkembang.

Amran Pastikan Pemerintah Hadir

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita memastikan masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bantuan pangan yang dibutuhkan. Pemerintah bersama BULOG akan terus bergerak dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” ujar Amran.

Amran juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras, baik untuk kebutuhan penanganan bencana maupun kebutuhan masyarakat secara umum.

Menurut Amran, stok beras pemerintah berada dalam kondisi sangat mencukupi sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terus dipenuhi.

“Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Amran.

BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, serta pihak terkait lainnya untuk mempercepat distribusi bantuan pangan ke wilayah terdampak.

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, kebutuhan di lapangan, serta perkembangan situasi pascabencana.

Koordinasi lintas lembaga menjadi penting agar bantuan yang tersedia tidak hanya berada di gudang logistik, tetapi dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Peninjauan langsung Amran dan Ahmad Rizal ke lokasi pengungsian di Reok juga menjadi bagian dari upaya memastikan pemerintah mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi masyarakat pascagempa.

Bagi BULOG, pemantauan lapangan menjadi dasar untuk menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan secara bertahap dan tepat sasaran.

BULOG menyatakan akan terus mengoptimalkan sumber daya, jaringan pergudangan, serta jaringan distribusi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Pemerintah bersama BULOG juga akan memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung proses pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.**