LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menegaskan kemerdekaan Indonesia harus dimaknai sebagai momentum memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat.

Pesan itu disampaikan Endi dalam pidato menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup dirayakan sebagai rutinitas tahunan. Kemerdekaan, kata dia, harus diterjemahkan melalui kerja nyata untuk menghadirkan kehidupan yang layak dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Tugas kita saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mewujudkan mimpi masyarakat yang tercermin dalam kelayakan hidup dan kesejahteraan, melalui kerja keras, kerja cerdas, dan karya nyata yang membanggakan kita semua.” kata Endi, Minggu (16/8/2026).

Endi mengatakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus mendorong pembangunan agar manfaatnya menjangkau seluruh wilayah secara merata dan berkelanjutan.

Fokus pembangunan tersebut mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM hingga transformasi digital pelayanan publik. Seluruh sektor itu diarahkan untuk mencapai satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Manggarai Barat.

Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Manggarai Barat

Dalam pidatonya, Bupati memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sorotan utama karena dinilai sebagai lokomotif ekonomi Manggarai Barat. Indeks Pariwisata Inklusif Manggarai Barat meningkat dari 63,95 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025.

Menurut Endi, peningkatan tersebut menunjukkan arah pembangunan pariwisata tidak semata mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pertumbuhan yang adil, berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

“Pembangunan pariwisata telah diarahkan tidak hanya untuk mengejar kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitas pertumbuhan yang adil, berkelanjutan, dan memberdayakan semua pihak.” ujar Endi.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang pada 2025 mencapai 5,14 persen.

PDRB per kapita Manggarai Barat juga meningkat dari Rp16,62 juta pada 2024 menjadi Rp17,75 juta pada 2025.

Bupati menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama masyarakat, termasuk petani, nelayan, pedagang, pengusaha dan pekerja.

IPM Naik, Pengangguran dan Kemiskinan Menurun

Pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pidato tersebut.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manggarai Barat meningkat dari 67,84 pada 2023 menjadi 68,68 pada 2024 dan kembali naik menjadi 69,20 pada 2025.

Peningkatan tersebut didorong oleh dimensi umur harapan hidup, pendidikan dan standar hidup layak.

Di bidang kesehatan, umur harapan hidup masyarakat Manggarai Barat meningkat dari 72,86 tahun pada 2024 menjadi 73,24 tahun pada 2025.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat dari 8,21 tahun pada 2024 menjadi 8,26 tahun pada 2025.

Kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 3,47 persen pada 2024 menjadi 3,32 persen pada 2025.

Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun dari 16,74 persen pada 2024 menjadi 16,09 persen pada 2025. Angka tersebut disebut lebih rendah dibandingkan rata-rata kemiskinan Provinsi NTT pada 2025 yang mencapai 18,6 persen.

Namun, Edistasius tidak menganggap capaian tersebut sebagai alasan untuk berhenti bekerja.

“Tren yang semakin membaik adalah kabar baik, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa masih ada ruang untuk kita tingkatkan bersama.” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah pembangunan, termasuk penguatan perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja.

Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu indikator yang disampaikan Bupati.

Hingga 2025, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah membangun jalan sepanjang 267,42 kilometer. Pada 2026, pembangunan jalan strategis direncanakan kembali dilanjutkan sepanjang 14,62 kilometer.

Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru hingga pelosok Manggarai Barat.

Selain jalan, pemerintah daerah juga mencatat pembangunan 718 unit rumah layak huni sepanjang 2022-2025.

Pada 2026, pemerintah merencanakan pembangunan tambahan 560 unit rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Menurut Bupati, penyediaan rumah layak huni bukan hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut martabat, rasa aman dan kesejahteraan masyarakat.

Lingkungan Jadi Bagian dari Agenda Pembangunan

Di tengah pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menempatkan isu lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Manggarai Barat meningkat dari 74,89 pada 2024 menjadi 77,00 pada 2025.

Pemerintah daerah juga menjalankan pengendalian sampah plastik melalui Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pembatasan Penggunaan Produk Plastik dan/atau Kemasan Sekali Pakai.

Indeks Pengelolaan Sampah turut meningkat dari 26,10 pada 2024 menjadi 38,40 pada 2025. Meski demikian, pemerintah mengakui pengelolaan sampah masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi yang lebih kuat.

Bupati menekankan pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

“Infrastruktur yang berkualitas, lingkungan yang terjaga, serta masyarakat yang aman dari risiko bencana merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam mewujudkan Manggarai Barat yang semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin berkelanjutan.” kata Endi.

Reformasi Birokrasi dan Pemerintahan Digital

Pada sektor pemerintahan, Edistasius menyoroti peningkatan indeks reformasi birokrasi Manggarai Barat dari 69,31 pada 2024 menjadi 70,18 pada 2025 dengan predikat “Sangat Baik”.

Pemerintah daerah juga mencatat nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi meningkat dari 52 pada 2021 menjadi 75 pada 2025.

Sementara itu, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan berhasil dipertahankan selama tujuh tahun berturut-turut.

Transformasi digital pemerintahan turut menunjukkan perkembangan. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) meningkat dari 3,44 pada 2023 menjadi 3,47 pada 2024 dan dipertahankan pada 2025.

Capaian tersebut disebut menempatkan Manggarai Barat sebagai daerah dengan capaian SPBE tertinggi di Provinsi NTT selama tiga tahun berturut-turut.

Mabar Tak Boleh Berhenti pada Angka

Di balik sejumlah indikator positif tersebut, Bupati mengingatkan pembangunan Manggarai Barat masih memiliki tantangan.

Kemiskinan dan pengangguran memang menurun, tetapi pemerintah harus memastikan tren tersebut terus berlanjut. Begitu pula pada sektor kesehatan, terutama penguatan kesehatan ibu dan anak serta upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Endi menekankan bahwa pembangunan masa depan harus berorientasi pada manusia yang sehat, cerdas, terampil dan memiliki karakter.

“Kita ingin melahirkan generasi Manggarai Barat yang sehat, cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.” jelas Endi.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus disiapkan menjadi pelaku utama pembangunan daerah.

Kedaulatan Bukan Sekadar Batas Wilayah

Memasuki bagian reflektif pidatonya, Bupati mengaitkan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, dengan masa depan Manggarai Barat.

Ia memaknai kedaulatan secara lebih luas, termasuk kedaulatan pangan, air bersih serta kemampuan daerah menentukan arah pembangunannya sendiri.

“Kedaulatan sejati adalah ketika Manggarai Barat tidak hanya menjadi etalase wisata dunia, tapi juga tuan atas rumahnya sendiri: tanah, laut dan budayanya.” ujarnya.

Keadilan, lanjut dia, harus memastikan manfaat pembangunan dinikmati seluruh masyarakat. Sedangkan kemakmuran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan bagi ibu melahirkan hingga kesejahteraan petani dan nelayan.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan langkah menghadapi target Indonesia Emas 2045.

Sembilan belas tahun lagi, Indonesia akan genap satu abad merdeka. Dalam konteks itu, Manggarai Barat didorong tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berkontribusi dalam menentukan arah kemajuan Indonesia.

Pidato tersebut ditutup dengan ajakan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita boleh berbeda peran, tetapi kita memiliki satu tujuan. Kita boleh berbeda langkah, tetapi kita berjalan dalam satu arah.” pungkasnya.

Bupati kemudian menegaskan semangat bersama tersebut melalui seruan, “Mabar Bangkit! Mabar Semakin Mantap!” sebagai penegasan arah pembangunan daerah ke depan.**