Andy juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan Labuan Bajo Flores tidak boleh hanya dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan.

Ia menegaskan, yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap kebijakan pembangunan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Saya kembali menegaskan satu hal yang menjadi keyakinan kita bersama. Masa depan Labuan Bajo Flores tidak ditentukan semata oleh seberapa banyak wisatawan yang datang, melainkan oleh keputusan-keputusan yang kita ambil hari ini, oleh kolaborasi yang kita bangun, serta oleh komitmen kita untuk menjaga kelestarian alam, pelestarian budaya, dan memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari setiap proses pembangunan,” katanya.

Menurut Andy, apabila komitmen tersebut terus dijaga, Labuan Bajo Flores tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga menjadi contoh pembangunan pariwisata yang mampu berjalan selaras dengan konservasi alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.