Pertemuan tersebut mempertemukan tujuh agen perjalanan Tiongkok sebagai buyers dengan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo sebagai sellers.
Melalui rangkaian famtrip dan table top networking, para agen perjalanan berkesempatan mengenali produk wisata sekaligus menjajaki kerja sama dengan penyedia layanan lokal.
Bagi BPOLBF, pengembangan paket perjalanan yang menjangkau berbagai destinasi di Flores menjadi salah satu peluang untuk memperluas dampak pariwisata.
Apabila kerja sama tersebut berlanjut menjadi produk perjalanan yang dipasarkan secara luas, semakin banyak wilayah dan pelaku usaha berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan aktivitas wisata.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai pintu masuk wisata Flores sekaligus mendorong perjalanan wisatawan yang lebih panjang, beragam, dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat setempat.**





Tinggalkan Balasan