LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong pelaku industri pariwisata memperluas paket perjalanan wisata hingga ke daratan Flores untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dorongan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, dalam kegiatan Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents di AYANA Komodo Waecicu Beach, Labuan Bajo, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan agen perjalanan asal Tiongkok dan pelaku industri pariwisata lokal itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi destinasi Labuan Bajo Flores kepada pasar internasional.
BPOLBF menilai pengembangan paket perjalanan yang lebih beragam dapat menjadi langkah untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Flores di luar destinasi wisata bahari yang selama ini populer.
Andhy mengatakan, penyusunan paket wisata perlu mempertimbangkan potensi destinasi di berbagai wilayah Flores agar pengalaman wisatawan menjadi lebih beragam.
“Flores punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kalau paketnya menjangkau daratan Flores, wisatawan akan tinggal lebih lama dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andhy, pengembangan paket wisata yang menjangkau daratan Flores dapat membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.
Dengan demikian, aktivitas wisata diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada penyedia layanan di destinasi yang sudah populer, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di wilayah lain.
BPOLBF menyatakan kesiapan untuk mendampingi pelaku usaha lokal dalam menindaklanjuti peluang kerja sama yang muncul dari pertemuan dengan agen perjalanan Tiongkok.
Dari sisi pasar, Ela dari Guangdong Asia-Pacific Travel atau BOBO Travel menilai kunjungan langsung ke Labuan Bajo penting untuk memperkenalkan destinasi tersebut kepada calon wisatawan Tiongkok.
Menurut Ela, pengetahuan masyarakat Tiongkok mengenai Pulau Komodo masih terbatas. Kunjungan langsung memberikan kesempatan bagi agen perjalanan untuk mengenali destinasi sekaligus memperoleh bahan promosi yang lebih mendalam.
“Di Tiongkok, belum banyak orang yang mengenal Pulau Komodo secara mendetail. Sebagian besar hanya mengenalnya dari foto atau kunjungan singkat.” jelas Ela.
Ia mengatakan pengalaman langsung tersebut dapat membantu agen perjalanan memberikan informasi yang lebih lengkap kepada calon wisatawan.
“Karena sebagian besar wisatawan Tiongkok sudah akrab dengan Bali, Labuan Bajo bisa menjadi alternatif baru yang menarik,” ungkap Ela.
Ela juga berharap wisatawan Tiongkok tidak hanya melakukan perjalanan singkat, tetapi memiliki kesempatan untuk tinggal lebih lama dan mengenal lebih banyak destinasi di Indonesia.
“Kami berharap ke depan mereka bisa tinggal lebih lama dan mengenal Indonesia lebih dekat. Pilihannya tidak terbatas pada Pulau Komodo, Pulau Padar, atau Pantai Pink, karena di sini banyak agen perjalanan yang menawarkan beragam paket wisata,” tutup Ela.
Kegiatan Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents diselenggarakan Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, berkolaborasi dengan BPOLBF dan China Southern Airlines.
Pertemuan tersebut mempertemukan tujuh agen perjalanan Tiongkok sebagai buyers dengan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo sebagai sellers.
Melalui rangkaian famtrip dan table top networking, para agen perjalanan berkesempatan mengenali produk wisata sekaligus menjajaki kerja sama dengan penyedia layanan lokal.
Bagi BPOLBF, pengembangan paket perjalanan yang menjangkau berbagai destinasi di Flores menjadi salah satu peluang untuk memperluas dampak pariwisata.
Apabila kerja sama tersebut berlanjut menjadi produk perjalanan yang dipasarkan secara luas, semakin banyak wilayah dan pelaku usaha berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan aktivitas wisata.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai pintu masuk wisata Flores sekaligus mendorong perjalanan wisatawan yang lebih panjang, beragam, dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat setempat.**





Tinggalkan Balasan