Distribusi bantuan dilakukan oleh transporter yang ditunjuk melalui Bulog. Pada tahap awal, penyaluran difokuskan di lima kecamatan, yakni Komodo, Boleng, Lembor, Mbeliling, dan Welak. Kecamatan Komodo menjadi lokasi awal peluncuran distribusi.

Namun, proses penyaluran tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kendala utama muncul dari keterbatasan kemasan minyak goreng, yang masih bergantung pada bahan plastik impor.

“Penyaluran dilakukan bertahap karena keterbatasan kemasan minyak goreng. Plastik sebagai bahan kemasan masih merupakan produk impor,” jelas Kadis Fatincy.

Kondisi geografis Manggarai Barat yang memiliki wilayah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi bantuan, terutama untuk menjangkau desa-desa terpencil.

Sebelum didistribusikan, seluruh komoditas bantuan telah melalui proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa beras dan minyak goreng yang disalurkan berada dalam kondisi layak konsumsi dan sesuai standar.