LABUANBAJOVOICE.COM – Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di wilayah Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Korban ditemukan bersama bangkai kapal yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat melakukan perjalanan wisata.
Informasi penemuan tersebut diterima Tim SAR Gabungan dari nelayan setempat pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, kepada media menjelaskan bahwa nelayan yang sedang melaut menemukan bangkai kapal KM Putri Sakinah, dan di dalamnya terdapat satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Mereka menemukan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang di dalamnya terdapat 1 (satu) orang korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Fathur Rahman.
Fathur menjelaskan lebih lanjut, bangkai kapal bersama korban ditemukan pada koordinat 08°36’35,139″ S – 119°40’36,826″ E, dengan jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi awal kejadian kapal tenggelam.
Setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan KN SAR Puntadewa 250.
Bangkai kapal beserta korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
“Selanjutnya Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan ke Tim DVI Polres Manggarai Barat,” jelas Fathur.
Dengan ditemukannya satu korban pada hari ke-12 operasi SAR, Fathur menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua WNA Spanyol lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 2 WNA Spanyol yang memasuki hari ke dua belas, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ujarnya.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, pemerintah daerah, relawan, serta nelayan setempat.
Metode pencarian terus dikembangkan, menyesuaikan kondisi arus dan cuaca di perairan TNK.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan laut pada Jumat malam (26/12/2025) saat melakukan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.
Kapal wisata tersebut berangkat dari Pulau Komodo dengan tujuan Pulau Padar.
Namun sekitar pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin akibat gelombang tinggi.
Air laut masuk ke dalam kapal, menyebabkan mesin tidak berfungsi hingga akhirnya kapal tenggelam.
KM Putri Sakinah mengangkut rombongan wisatawan satu keluarga asal Spanyol, yakni Martin Carreras Fernando, pelatih sepak bola Valencia FC Femenino B (Putri) dan Ortuno Andrea, istri Martin Carreras Fernando.
Kemudian, keempat anak mereka yaitu Martin Garcia Mateo (laki-laki), Martines Ortuno Enriquejavier (laki-laki), Martines Ortuno Maria Lia (perempuan), dan Mar Martinez Ortuno (perempuan).
Dalam peristiwa tersebut, Ortuno Andrea dan anaknya Mar Martinez Ortuno berhasil selamat, bersama tiga ABK, satu kapten, dan satu orang pemandu wisata (guide).
Sementara itu, Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Martines Ortuno Maria Lia dinyatakan tidak selamat dan tenggelam bersama kapal.
Hingga kini, tiga korban telah ditemukan dalam operasi SAR yaitu Martines Ortuno Maria Lia (perempuan) ditemukan pada Senin (29/12/2025) pukul 06.30 Wita di pesisir utara Pulau Serei, Labuan Bajo.
Kemudian, Martin Carreras Fernando ditemukan oleh RIB KPJ 2007 Ditpolair Polda NTT pada Minggu (4/1/2026) pagi di koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, berjarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian.
Satu korban dugaan WNA Spanyol ditemukan bersama bangkai kapal KM Putri Sakinah pada Selasa (6/1/2026).
Namun demikian, identitas korban yang ditemukan terakhir belum diumumkan secara resmi.
Pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi oleh Tim DVI untuk memastikan apakah korban tersebut adalah Martin Garcia Mateo atau Martines Ortuno Enriquejavier.
Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah kembali menjadi sorotan serius terhadap aspek keselamatan pelayaran wisata di kawasan TNK, yang merupakan destinasi super prioritas nasional.
Evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan kapal, kondisi cuaca, serta standar keselamatan wisata bahari dinilai menjadi keharusan guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.**





Tinggalkan Balasan