“Kalau tidak ada panduannya yang jelas, saya punya keyakinan kita berteriak-teriak soal pariwisata premium di Manggarai Barat ini, diketawain orang,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Paskalis juga mengaitkan kritiknya dengan sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk insiden yang terjadi di kawasan wisata Cunca Wulang.

Ia mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap sarana dan prasarana wisata yang menurutnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Sekarang kita kembali kepada persoalan terakhir ini, bencana di Cunca Wulang. Coba bayangkan, kayu lapuk. Kontrol dinas itu di mana?” ujarnya.

Paskalis menilai kerusakan infrastruktur wisata tidak hanya terjadi di satu lokasi. Ia menyinggung kondisi sejumlah fasilitas publik wisata lainnya, termasuk jembatan dan dermaga di kawasan Gua Rangko yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, jika persoalan-persoalan dasar tersebut tidak segera dibenahi, citra pariwisata Manggarai Barat dapat tergerus dan berdampak pada tingkat kepercayaan wisatawan.