LABUANBAJOVOICE.COM – Menjelang pelaksanaan Kongres Nasional (Kongnas) ke-34 dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-33 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang akan digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 19–25 Juli 2026, dukungan dari para alumni terus mengalir.
Salah satu dukungan datang dari Servatius Lestinus Gahang, yang akrab disapa Charles Gahang.
Mantan Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PPT) PMKRI Cabang Denpasar periode 2002–2003 itu menilai Kongres PMKRI harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan bangsa.
Charles yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) III sekaligus bagian dari Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) PMKRI Manggarai Barat, berharap forum nasional tersebut menghasilkan rekomendasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan Indonesia.
Kongres Nasional ke-34 dan MPA ke-33 PMKRI dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Juli 2026 di Ruteng dengan mengusung tema “Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Berdaulat dan Berkeadilan.”
“Tema kongres ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Saya berharap seluruh peserta mampu melahirkan gagasan-gagasan yang kritis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. PMKRI harus tetap menjadi organisasi kader yang mampu memberi arah bagi pembangunan nasional yang berkeadilan,” ujar Charles Gahang.
Menurut Charles, PMKRI memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, dunia pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Karena itu, kata dia, kongres tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi pemikiran bagi masa depan Indonesia.
“Kongres bukan sekadar memilih pemimpin baru. Yang jauh lebih penting adalah menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, demokratis, dan berkeadilan sosial,” katanya.
Charles yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Saraswati Denpasar periode 2002–2003 mengajak seluruh kader dan alumni PMKRI untuk menjaga semangat persaudaraan serta mengedepankan nilai-nilai intelektualitas selama pelaksanaan kongres.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Manggarai serta Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum nasional tersebut.
“Sebagai alumni, saya mengajak seluruh kader untuk menjadikan kongres ini sebagai ruang dialog yang sehat, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan organisasi serta bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan membawa manfaat bagi Indonesia,” tutup Charles.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta pelaku usaha mikro di Kabupaten Manggarai selama berlangsungnya kegiatan nasional tersebut.**





Tinggalkan Balasan