“Tema kongres ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Saya berharap seluruh peserta mampu melahirkan gagasan-gagasan yang kritis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. PMKRI harus tetap menjadi organisasi kader yang mampu memberi arah bagi pembangunan nasional yang berkeadilan,” ujar Charles Gahang.
Menurut Charles, PMKRI memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, dunia pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Karena itu, kata dia, kongres tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi pemikiran bagi masa depan Indonesia.
“Kongres bukan sekadar memilih pemimpin baru. Yang jauh lebih penting adalah menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, demokratis, dan berkeadilan sosial,” katanya.
Charles yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Saraswati Denpasar periode 2002–2003 mengajak seluruh kader dan alumni PMKRI untuk menjaga semangat persaudaraan serta mengedepankan nilai-nilai intelektualitas selama pelaksanaan kongres.





Tinggalkan Balasan