LABUANBAJOVOICE.COM – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) NTT menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas para pengusaha logistik Indonesia yang disalurkan melalui ALFI NTT untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa serta gempa susulan.
Ketua ALFI NTT, Charles Angliwarman, memimpin langsung tim dalam penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Barat. Tim ALFI NTT turun langsung ke lapangan sejak 4 September hingga 6 September 2026.
Charles menjelaskan, keputusan untuk turun langsung ke lokasi dilandasi oleh kepedulian dan tanggung jawab moral agar bantuan yang dikumpulkan dapat benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami punya beban moral, agar bantuan ini langsung sampai kepada masyarakat yang terdampak.”kata Charles.
Menurut Charles, perjalanan menuju sejumlah titik penyaluran bukan hal mudah. Tim harus melewati medan dan kondisi jalan yang cukup ekstrem untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan yang disalurkan ALFI NTT ditujukan untuk sekitar 30 titik di Kabupaten Manggarai Barat.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Kecamatan Ndoso, Kecamatan Pacar, Kecamatan Kuwus dan Kecamatan Kuwus Barat.
Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan tiga unit truk dan didistribusikan secara bertahap selama tiga hari.
Bantuan yang diberikan terdiri atas kebutuhan pokok dan perlengkapan untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi pascagempa.
Di antaranya berupa beras, susu, mi instan, gula, minyak goreng, sarung dan terpal.
Charles mengatakan, penyaluran secara langsung dilakukan untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada proses pengiriman, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam perjalanan penyaluran bantuan, tim ALFI NTT juga melihat secara langsung kondisi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Charles menggambarkan kondisi warga yang masih memilih tidur di luar rumah atau di posko karena khawatir terhadap kondisi bangunan tempat tinggal mereka.
Sebagian warga bahkan hanya mengandalkan terpal seadanya sebagai tempat berlindung.
“Pada saat kami hantarkan bantuan tersebut, kami melihat rumah warga berdampak, rumahnya rusak parah, dan kebanyakan mereka tidur diluar rumah atau diposko, dengan menggunakan terpal seadanya,” jelas Charles.
Kondisi tersebut semakin berat karena suhu malam hari yang dingin. Tim juga menemukan adanya ibu hamil dan anak-anak yang harus bertahan dalam kondisi pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Selain kebutuhan material, Charles melihat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni trauma yang dialami masyarakat setelah bencana.
“Ditambah cuaca malam dingin sekali, ada juga ibu-ibu hamil dan anak kecil, dan saya melihat ada trauma mendalam dari warga yang terdampak gempa.” ujarnya.
Bagi ALFI NTT, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa bahan pangan dan perlengkapan, tetapi juga dukungan moral dan kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat.
Di tengah proses penyaluran bantuan, tim ALFI NTT tidak hanya menyerahkan bantuan logistik. Mereka juga menyempatkan diri bertemu dan berbicara dengan masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Charles bersama tim mengajak warga untuk berdoa bersama agar rangkaian gempa dan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat segera berakhir.
“Kami juga pada saat bertemu masyarakat, tak lupa kami juga mengajak mereka untuk berdoa bersama, dan minta Tuhan hentikan gempa,” tutur Charles.
Menurut Charles, doa bersama menjadi bentuk penguatan moral bagi masyarakat yang masih berada dalam suasana penuh ketidakpastian akibat bencana.
Aksi kemanusiaan ALFI NTT ini juga menjadi bagian dari solidaritas para pengusaha logistik Indonesia terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Bantuan dikirim langsung ke wilayah terdampak agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan belum dapat kembali tinggal secara normal.
Charles menegaskan, kehadiran ALFI NTT di tengah masyarakat merupakan wujud kepedulian dunia usaha terhadap kondisi kemanusiaan di Flores.**





Tinggalkan Balasan