Produk yang menjadi bagian dari promosi tersebut antara lain kopi Bajawa, tenun ikat, dan kerajinan bambu.

Ketiga produk ini memiliki karakteristik yang dapat memperkuat identitas Ngada. Selain menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, produk lokal tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi komoditas ekonomi kreatif yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Pameran UMKM dalam festival menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, serta memperluas peluang pemasaran.

Keterlibatan generasi muda melalui perlombaan tari, lagu daerah, dan konten kreator juga membuka ruang untuk mengembangkan cara-cara kreatif dalam memperkenalkan kebudayaan Ngada kepada khalayak yang lebih luas.

Penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival 2026 juga dirangkai dengan Camino de Flores, sebuah perjalanan berjalan kaki yang memadukan pengalaman spiritual dengan pengenalan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Flores.

Kolaborasi kedua agenda ini diharapkan memperkuat daya tarik pariwisata Ngada sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah yang dilalui perjalanan tersebut.