LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menghadirkan kegiatan Weekend at Parapuar (WAP) yang kali ini berkolaborasi dengan program IN-FLORES, Sabtu, 13 Juni 2026, di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi, edukasi, dan pelestarian lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai aktivitas kreatif bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut ambil bagian dengan menampilkan beragam produk kuliner dan minuman khas Flores.

Kehadiran UMKM lokal menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para pelaku usaha memanfaatkan momentum WAP untuk memperkenalkan produk unggulan kepada wisatawan maupun masyarakat yang hadir.

Pelaku UMKM yang terlibat antara lain Fresh Juss, Lapak Aline, Cemilan Phutry, Kebab Turkiyem, Alva Drink, Belvania Kuliner, Queen Cakery, ABES, Sari Toga Komodo, JCC Kitchen, Nu Bajo Sei, Ocean Cof, Morritat, Morrita, Kuliner Sekangku, dan Mamita Food.

Partisipasi mereka dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal yang selama ini menjadi identitas kuliner Labuan Bajo.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan kolaborasi antara WAP dan IN-FLORES merupakan bentuk sinergi dalam menghadirkan kegiatan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak sosial, budaya, dan lingkungan.

“Pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga bagaimana kita menjaga alam, melibatkan masyarakat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan utama Flores,” ujar Andhy.

Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan interaksi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya Flores.

“Melalui kolaborasi bersama IN-FLORES ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi dan interaksi bagi masyarakat maupun pengunjung agar semakin memahami pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya yang kita miliki,” ujar Andhy.

Ia menilai Parapuar memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang dapat mempertemukan berbagai aktivitas kreatif, edukatif, dan budaya dalam satu kawasan yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Selain promosi UMKM, kegiatan WAP by IN-FLORES juga menghadirkan berbagai agenda edukatif. Pada pagi hari digelar lomba mewarnai bertema keanekaragaman hayati untuk tingkat TK dan PAUD yang diikuti 12 peserta. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan lomba menggambar tingkat Sekolah Dasar yang melibatkan 22 peserta.

Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak mengenal lebih dekat kekayaan hayati Flores sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan juga diramaikan oleh sejumlah mitra IN-FLORES, termasuk Burung Indonesia serta kelompok UMKM dari Warloka dan Papagarang yang memperkenalkan produk-produk lokal kepada pengunjung.

Koordinator Bentang Darat dan Bentang Laut Wilayah Barat Program IN-FLORES, Imanuddin Utoro, mengatakan promosi UMKM dalam rangkaian WAP menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Kegiatan promosi UMKM dalam rangkaian Weekend at Parapuar merupakan bentuk kolaborasi antara BPOLBF dan proyek IN-FLORES dalam memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo Flores,” ungkap Iman.

Menurut dia, dukungan pendanaan dari proyek IN-FLORES memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan dan menjangkau pasar yang lebih besar.

“Melalui dukungan pendanaan proyek IN-FLORES, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas akses pasar, serta berinteraksi langsung dengan wisatawan,” tambah Iman.

Ia menegaskan bahwa kegiatan edukasi bagi anak-anak yang mengangkat tema keanekaragaman hayati juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kekayaan alam Flores sekaligus membangun kesadaran konservasi.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan upaya bersama dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo Flores.

Menjelang sore, suasana Natas Parapuar semakin semarak dengan berbagai hiburan dan aktivitas interaktif. Pengunjung mengikuti lomba makan yang melibatkan sembilan peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni dan hiburan yang menampilkan Sanggar Tate Kind Art, grup musik lokal Benal and Friend, Krefil, serta penampilan DJ lokal Silfanus.

Melalui penyelenggaraan Weekend at Parapuar by IN-FLORES, BPOLBF berharap kegiatan tersebut terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan edukasi, ekonomi kreatif, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Selain memperkuat daya tarik wisata, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Labuan Bajo.**