LABUANBAJOVOICE.COM – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kampung Mbala, Desa Mata Wae, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Tanpa bergantung pada bantuan pemerintah, warga setempat secara swadaya membangun rabat jalan yang menghubungkan Kampung Mbala dan Naga.
Pekerjaan rabat jalan sepanjang 175 meter itu telah dimulai sejak dua hari terakhir dan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari generasi muda, para orang tua, hingga kaum perempuan turut mengambil bagian dalam kegiatan pembangunan tersebut.
Pemuda Kampung Mbala, Usman Midin, mengatakan pembangunan jalan dilakukan atas kesadaran bersama masyarakat yang menginginkan akses transportasi yang lebih baik bagi warga.
“Kami bergotong royong membangun rabat jalan Mbala-Naga sepanjang 175 meter. Tahun depan kami berencana melanjutkan pembangunan sepanjang 175 meter lagi agar akses masyarakat semakin baik,” kata Usman kepada media di Labuan Bajo, Minggu malam (7/6/2026).
Menurut Usman, seluruh pembiayaan pembangunan jalan tersebut berasal dari hasil swadaya masyarakat Kampung Mbala.
Warga, kata dia, secara sukarela mengumpulkan dana hingga mencapai lebih dari Rp40 juta untuk membeli material yang dibutuhkan.
“Seluruh dana kegiatan ini murni berasal dari masyarakat Kampung Mbala. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp40 juta dan digunakan untuk pengadaan material. Sementara tenaga kerja berasal dari masyarakat sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya partisipasi warga menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi modal sosial penting dalam pembangunan desa.
Tidak hanya kaum laki-laki yang terlibat dalam pekerjaan fisik di lapangan, para ibu rumah tangga juga mengambil peran penting dengan menyiapkan kebutuhan konsumsi bagi para pekerja setiap hari.
“Semua ikut terlibat. Anak-anak muda bekerja di lapangan bersama para orang tua. Ibu-ibu membantu menyiapkan kebutuhan dapur dan konsumsi. Ini benar-benar kerja bersama masyarakat,” tambahnya.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan desa.
Semangat swadaya yang ditunjukkan masyarakat Kampung Mbala menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu bantuan dari luar.
Dengan kebersamaan dan kepedulian terhadap kepentingan bersama, warga mampu menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Aksi gotong royong ini juga menjadi pesan penting bahwa pembangunan berbasis partisipasi masyarakat masih menjadi kekuatan utama di sejumlah wilayah pedesaan Manggarai Barat, terutama dalam menjawab kebutuhan infrastruktur yang mendesak.**





Tinggalkan Balasan