LABUANBAJOVOICE.COM – Puluhan pemuda Karang Taruna Menjaga bersama warga Dusun Menjaga, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang menjadi akses utama menuju Kota Labuan Bajo.
Aksi tersebut dilakukan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sejak pagi, warga turun langsung ke badan jalan yang masih berbatu, berlubang, dan sebagian berupa konstruksi semen campur tanpa lapisan aspal.
Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan sarung tangan, warga memperbaiki sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Mereka mengangkut material, menyusun batu, serta meratakan permukaan jalan agar lebih mudah dilalui kendaraan.
Kondisi jalan semakin menantang karena berada di kawasan perbukitan dengan kontur yang terjal. Kerusakan tersebut selama ini kerap menghambat kendaraan warga, terutama ketika hujan turun dan permukaan jalan menjadi lebih sulit dilalui.
Jalan Rusak Ganggu Aktivitas Warga
Bagi masyarakat Dusun Menjaga, jalan tersebut memiliki posisi yang sangat vital. Jalan itu merupakan akses utama warga untuk menuju Kota Labuan Bajo sekaligus menghubungkan masyarakat dengan berbagai kebutuhan dasar.
Mulai dari akses menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat bergantung pada kondisi jalan tersebut.
Karena itu, kerusakan jalan tidak hanya menyangkut persoalan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyentuh langsung mobilitas dan aktivitas sosial-ekonomi warga.
Ketua Karang Taruna Menjaga, Rusman Yanto, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena masyarakat menyadari pentingnya menjaga akses yang digunakan setiap hari.
“Jalan ini satu-satunya akses kami menuju Labuan Bajo, jadi sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya. Kami dari Karang Taruna Menjaga berterima kasih kepada Resort Menjaga Bay yang telah membantu menyediakan semen, dan kepada seluruh warga yang turut bergotong royong hari ini,” ujar Rusman.
Menurut Rusman, gotong royong menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga.
Perbaikan jalan secara swadaya tersebut turut mendapat dukungan dari Resort Menjaga Bay. Pihak resort menyediakan material semen yang digunakan warga untuk memperbaiki sejumlah titik jalan.
Dukungan itu memperlihatkan adanya kolaborasi antara masyarakat dan pelaku usaha pariwisata lokal dalam menjaga infrastruktur yang turut menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Keterlibatan masyarakat menjadi penting di tengah kondisi jalan yang belum sepenuhnya mendapatkan penanganan permanen. Namun, gotong royong warga juga sekaligus memperlihatkan bahwa perbaikan sementara belum cukup untuk menjawab persoalan infrastruktur secara menyeluruh.
Karang Taruna Menjaga dan warga Dusun Menjaga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut.
Masyarakat menginginkan jalan yang menjadi akses utama menuju Labuan Bajo itu dapat segera ditingkatkan dan diaspal secara permanen.
Harapan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. Jalan yang layak juga akan memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, perdagangan, serta kegiatan ekonomi lainnya.
Aksi gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya menunggu bantuan. Warga mengambil inisiatif memperbaiki jalan dengan kemampuan yang mereka miliki.
Namun, di balik semangat swadaya tersebut terdapat pesan yang lebih besar: masyarakat membutuhkan infrastruktur yang layak dan berkelanjutan, bukan hanya perbaikan sementara.
Bagi warga Dusun Menjaga, jalan tersebut bukan sekadar hamparan semen, batu dan tanah. Jalan itu merupakan penghubung kehidupan mereka dengan pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Labuan Bajo.
Karena itu, mereka berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada respons sesaat, tetapi diwujudkan melalui peningkatan jalan secara permanen sehingga akses warga menjadi lebih aman, nyaman dan layak.**





Tinggalkan Balasan