LABUANBAJOVOICE.COM – Kebakaran lahan terbuka yang menghanguskan sekitar 19 hektare kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kamis, 11 Juni 2026, menjadi peringatan serius bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim panas dan cuaca kering.

Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan lingkungan yang dapat mengancam keselamatan warga serta menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Dalam keterangannya yang diterima media pada Kamis sore, Yeremias menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari bencana kebakaran yang berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Manggarai Barat agar tetap aman, nyaman, bersih, dan terhindar dari bencana kebakaran,” kata Yeremias.

Imbauan tersebut disampaikan setelah petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan terbuka di kawasan Bukit Silvia, Kecamatan Komodo.

Kebakaran yang dilaporkan pada pukul 12.14 WITA itu berhasil dikendalikan setelah Satpol PP melalui Bidang Penanggulangan Kebakaran mengerahkan 23 personel dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air.

Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 12.28 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pengendalian api agar tidak meluas ke area lain.

Berdasarkan informasi sementara dari pihak hotel di sekitar lokasi, kebakaran diduga dipicu kondisi cuaca panas dan kering yang menyebabkan vegetasi mudah terbakar.

Dalam operasi pemadaman, Satpol PP Manggarai Barat mendapat dukungan personel dan sarana dari TNI Angkatan Laut, Brimob, BNPB, PDAM, Hotel Ayana, serta bantuan logistik air minum dari Plataran.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif, seluruh titik api berhasil dikendalikan. Petugas memastikan tidak ditemukan potensi penyalaan kembali sebelum meninggalkan lokasi.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 19 hektare lahan terbuka terbakar dan menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari sejumlah titik di Labuan Bajo. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan terhadap aset dan fasilitas milik masyarakat.

Merespons peristiwa itu, Satpol PP Manggarai Barat mengeluarkan sejumlah langkah pencegahan yang harus dipatuhi masyarakat.

Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan terutama di kawasan kering, serta tidak meninggalkan api unggun maupun aktivitas pembakaran tanpa pengawasan.

Selain itu, masyarakat juga diminta membersihkan lingkungan sekitar rumah dan lahan dari tumpukan sampah, rumput kering, serta material mudah terbakar lainnya yang berpotensi menjadi sumber api.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah desa, kelurahan, Satpol PP, Damkar, atau aparat terkait apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” ujar Yeremias.

Ia menegaskan bahwa kebakaran lahan bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, merusak ekosistem, dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai Barat di nomor 0851-3440-7380 apabila menemukan indikasi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

“Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Stop membakar lahan, selamatkan lingkungan dan masa depan kita,” tegas Yeremias.

Hingga Kamis sore, kondisi di kawasan Bukit Silvia dilaporkan aman dan kondusif. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemadaman kembali ke markas pada pukul 15.03 WITA setelah memastikan tidak ada lagi titik api aktif di lokasi kejadian.**