LABUANBAJOVOICE.COM – Sebuah insiden lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores kawasan Dalong, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat sore, 29 Mei 2026.
Sebuah mini truk bermuatan penuh dilaporkan gagal menaklukkan tanjakan curam hingga bagian depan kendaraan terangkat tinggi dan nyaris tegak lurus.
Peristiwa itu terjadi di dekat Gereja Santa Theresia Lisieux Longgo, RT 005, Dusun Cuka. Kendaraan yang terlibat merupakan mini truk bernomor polisi AD 8063 AE yang sedang melaju dari Labuan Bajo menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Menurut informasi yang dihimpun, kendaraan berwarna putih tersebut membawa muatan yang ditutupi terpal biru. Saat memasuki tanjakan ekstrem di kawasan Dalong, mesin kendaraan diduga tidak mampu mempertahankan tenaga dorong akibat beban muatan yang cukup berat.
Dalam beberapa detik, bagian depan kendaraan terangkat ke udara sementara roda belakang tetap menapak aspal dan menjadi titik tumpu kendaraan.
Kondisi itu membuat kendaraan berada dalam posisi yang membahayakan dan mengundang perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Beruntung, sopir berhasil mengendalikan situasi sehingga kendaraan tidak mundur ataupun terguling. Tidak ada rumah warga maupun pengguna jalan lain yang terdampak akibat insiden tersebut.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menduga kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas ideal sehingga memengaruhi keseimbangan kendaraan saat menghadapi tanjakan dengan kemiringan tinggi.
Faktor distribusi beban yang terkonsentrasi di bagian belakang kendaraan juga diduga turut memperbesar risiko terjadinya insiden.
Ibrahim, salah seorang pengguna jalan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengaku sempat terkejut melihat kondisi kendaraan.
“Saya kebetulan lewat saat kejadian. Truk itu sudah terlihat berat sekali waktu menanjak. Mesin meraung cukup keras, lalu tiba-tiba bagian depannya terangkat. Kami semua yang ada di sekitar langsung kaget karena posisinya cukup berbahaya,” ujar Ibrahim, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Ibrahim, situasi berpotensi lebih berbahaya apabila kendaraan kehilangan keseimbangan atau bergerak mundur ke bawah tanjakan.
Ia menambahkan, beruntung kendaraan tidak sampai terguling ataupun mundur ke bawah tanjakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, arus lalu lintas di jalur penghubung Labuan Bajo-Ruteng tetap berjalan.
Pengendara roda dua, kendaraan pribadi, hingga angkutan umum terlihat melintas secara bergantian dengan memperlambat laju kendaraan saat melewati lokasi kejadian.
Warga dan sejumlah pemuda setempat segera mendatangi lokasi untuk membantu mengamankan area sekitar kendaraan.
Mereka berupaya mencari solusi guna mengurangi beban muatan sehingga posisi kendaraan dapat kembali stabil dan proses evakuasi berlangsung aman.
Hingga berita ini diturunkan, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi angkutan barang untuk memperhatikan kapasitas muatan, distribusi beban, serta kondisi kendaraan sebelum melintasi jalur-jalur menanjak di wilayah Manggarai Barat.
Pengguna Jalan Trans Flores, khususnya di kawasan tanjakan Longgo, juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima guna mencegah terulangnya kejadian serupa.**





Tinggalkan Balasan