Beruntung, sopir berhasil mengendalikan situasi sehingga kendaraan tidak mundur ataupun terguling. Tidak ada rumah warga maupun pengguna jalan lain yang terdampak akibat insiden tersebut.

Sejumlah warga di sekitar lokasi menduga kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas ideal sehingga memengaruhi keseimbangan kendaraan saat menghadapi tanjakan dengan kemiringan tinggi.

Faktor distribusi beban yang terkonsentrasi di bagian belakang kendaraan juga diduga turut memperbesar risiko terjadinya insiden.

Ibrahim, salah seorang pengguna jalan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengaku sempat terkejut melihat kondisi kendaraan.

“Saya kebetulan lewat saat kejadian. Truk itu sudah terlihat berat sekali waktu menanjak. Mesin meraung cukup keras, lalu tiba-tiba bagian depannya terangkat. Kami semua yang ada di sekitar langsung kaget karena posisinya cukup berbahaya,” ujar Ibrahim, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Ibrahim, situasi berpotensi lebih berbahaya apabila kendaraan kehilangan keseimbangan atau bergerak mundur ke bawah tanjakan.