“Kendaraan hybrid ini dirilis sejalan dengan kepentingan pemerintah mengurangi emisi karbon di dunia. Toyota sangat selaras dengan perkembangan dan peraturan pemerintah, terutama di Indonesia, untuk masa depan,” ujarnya.

Peluncuran kendaraan hybrid tersebut juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat Labuan Bajo yang aktivitas mobilitasnya terus meningkat seiring pertumbuhan sektor pariwisata.

Dalam sesi tanya jawab, Umar menepis kekhawatiran terkait penggunaan dua sumber energi pada kendaraan hybrid.

“Untuk dampak negatifnya saat ini tidak ada. Justru kita sangat membantu menjaga emisi gas karbon. Motor listrik dan mesin konvensional bekerja secara bergantian dan prosesnya otomatis,” katanya.

Ia memastikan pengguna tidak perlu khawatir terhadap sistem hybrid yang digunakan Toyota, termasuk soal daya tahan baterai.

“Warranty baterai hybrid-nya sendiri sampai 8 tahun. Jadi kualitas dan uji coba teknologi hybrid Toyota ini sudah cukup lama,” ujarnya.

Toyota juga mengklaim teknologi hybrid mampu membantu efisiensi konsumsi bahan bakar, terutama di daerah dengan antrean BBM cukup tinggi seperti Labuan Bajo.