LABUANBAJOVOICE.COM – Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Manggarai Barat menjadikan hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) VIII tahun 2026 sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan dan kesiapan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah kontingen Taekwondo Manggarai Barat meraih satu medali emas dan dua medali perunggu dalam kompetisi yang berlangsung di Kota Kupang.
Ketua Pengcab TI Kabupaten Manggarai Barat, Basilius Sardi Jeramat, mengatakan capaian tersebut patut disyukuri. Namun, ia mengakui hasil yang diperoleh belum sepenuhnya memenuhi target dan harapan bersama.
Dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo, Minggu (25/10/2026), Sardi menjelaskan bahwa pengalaman selama pertandingan menjadi pembelajaran penting bagi pengurus, pelatih, dan atlet.
“Namun, kami juga mengakui bahwa hasil yang diraih belum sepenuhnya sesuai dengan target dan harapan kita bersama,” ungkap anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi NasDem Plus itu.
Menurut Sardi, para atlet menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti pertandingan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah tekanan mental ketika harus berhadapan dengan lawan dalam kompetisi tingkat provinsi.
Selain faktor psikologis, ia menyoroti kondisi dan sistem pertandingan yang dinilai kurang menguntungkan bagi timnya. Jadwal pertandingan yang mengalami keterlambatan juga disebut turut memengaruhi kesiapan psikologis atlet.
Ia menegaskan bahwa berbagai pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi mendatang.
“Situasi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, kesiapan mental, dan kemampuan atlet dalam menghadapi berbagai situasi kompetisi ke depan,” katanya.
Evaluasi tersebut menempatkan kesiapan mental sebagai salah satu aspek penting dalam pembinaan atlet. Selain kemampuan teknik dan fisik, atlet perlu dipersiapkan agar mampu menjaga konsentrasi dan menghadapi perubahan situasi selama pertandingan.
Pengcab TI Manggarai Barat menegaskan bahwa hasil POPDA NTT 2026 tidak menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan. Sebaliknya, capaian tersebut akan dijadikan motivasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pembinaan.
“Bagi kami, perjuangan belum berakhir. Hasil POPDA NTT 2026 ini menjadi motivasi untuk terus berbenah, memperkuat pembinaan, dan mempersiapkan atlet-atlet Taekwondo Manggarai Barat agar mampu meraih prestasi yang lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO), serta para orang tua, pelatih, dan masyarakat yang mendukung perjuangan para atlet.
Dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga semangat atlet sekaligus memperkuat keberlanjutan pembinaan olahraga taekwondo di daerah.
Pada POPDA NTT VIII 2026, Manggarai Barat menurunkan 10 atlet yang terdiri atas lima putra dan lima putri. Dari jumlah tersebut, tiga atlet berhasil membawa pulang medali.
Fransiskus Harjoni meraih medali emas pada kelas under 45 kilogram putra. Dua medali perunggu masing-masing diraih Aurel Madarisca T. Don dan Andini Ashara Daulima.
Capaian tersebut menjadi modal awal bagi Pengcab TI Manggarai Barat untuk melanjutkan pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi selanjutnya.
Sardi menegaskan komitmen timnya untuk terus berbenah dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.
“Satu emas, dua perunggu. Ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.
Melalui evaluasi dan pembinaan berkelanjutan, Taekwondo Manggarai Barat berharap dapat meningkatkan daya saing atlet, memperkuat kesiapan menghadapi tekanan pertandingan, serta meraih prestasi yang lebih baik pada ajang olahraga mendatang.**





Tinggalkan Balasan