Menurut Sardi, para atlet menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti pertandingan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah tekanan mental ketika harus berhadapan dengan lawan dalam kompetisi tingkat provinsi.
Selain faktor psikologis, ia menyoroti kondisi dan sistem pertandingan yang dinilai kurang menguntungkan bagi timnya. Jadwal pertandingan yang mengalami keterlambatan juga disebut turut memengaruhi kesiapan psikologis atlet.
Ia menegaskan bahwa berbagai pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi mendatang.
“Situasi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, kesiapan mental, dan kemampuan atlet dalam menghadapi berbagai situasi kompetisi ke depan,” katanya.
Evaluasi tersebut menempatkan kesiapan mental sebagai salah satu aspek penting dalam pembinaan atlet. Selain kemampuan teknik dan fisik, atlet perlu dipersiapkan agar mampu menjaga konsentrasi dan menghadapi perubahan situasi selama pertandingan.





Tinggalkan Balasan