LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengajak para santri dan generasi muda untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan sekolah MI dan MTs Insan Kamil Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 22 Oktober 2026.
Staf Ahli Bupati Manggarai Barat Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Stefanus Jemsifory, bertindak sebagai pembina upacara.
Ia dipercaya mewakili Bupati Edistasius Endi dan Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng yang berhalangan hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Stefanus membacakan sambutan Bupati Manggarai Barat dengan tema Hari Santri Nasional 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi, pendidikan, dan keagamaan sekaligus memperkuat komitmen terhadap persatuan bangsa.
Dalam sambutan yang dibacakan Stefanus, Bupati Manggarai Barat menekankan bahwa masyarakat tidak boleh melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang telah membentuk karakter bangsa Indonesia.
“Tradisi di sekolah ataupun pesantren mengajarkan kita untuk menghormati ilmu, memuliakan guru, menjaga adab, hidup sederhana, dan mengabdi kepada masyarakat,” demikian petikan sambutan Bupati Manggarai Barat.
Menurut pesan dalam sambutan tersebut, nilai-nilai itu harus terus dipelihara sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Persatuan di Tengah Keberagaman
Pesan mengenai persatuan dinilai relevan bagi masyarakat Manggarai Barat yang hidup dalam keberagaman agama, budaya, dan tradisi.
Bupati Manggarai Barat mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kesempatan untuk saling mengenal, membantu, dan bekerja sama membangun daerah.
“Kekuatan kita bukan terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk saling menghormati dan bekerja sama tanpa merusak keyakinan masing-masing,” demikian bunyi sambutan yang dibacakan Stefanus.
Pesan tersebut juga menempatkan santri dan pelajar sebagai bagian penting dalam menjaga keharmonisan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor persahabatan, menolak kekerasan, dan membangun lingkungan yang menghargai perbedaan.
Dalam sambutan itu, Bupati juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa tidak hanya muncul dalam bentuk penjajahan atau konflik bersenjata.
Penyebaran berita bohong tanpa verifikasi, kebencian di media sosial, perundungan di lingkungan sekolah, dan kebiasaan merendahkan orang yang berbeda pandangan turut menjadi tantangan bagi generasi muda.
Karena itu, nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui upacara atau pengibaran bendera. Semangat kebangsaan harus tercermin dalam kesungguhan belajar, kejujuran, penghormatan terhadap guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.
Peringatan Hari Santri Nasional pun menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun kesadaran generasi muda mengenai tanggung jawab mereka terhadap masa depan bangsa.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manggarai Barat bekerja sama dengan MI dan MTs Insan Kamil Nggorang, dua lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Bintang Nggorang Komodo.
Sejumlah unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut.
Mereka di antaranya perwakilan Polres Manggarai Barat, Kodim 1630/Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manggarai Barat.
Lanjut, Ketua Dewan Masjid Indonesia Manggarai Barat, Ketua Baznas Manggarai Barat, Kapolsek Komodo, Kepala Desa Nggorang, Dewan Dakwah, serta tokoh masyarakat Nggorang.
Peserta upacara terdiri dari siswa-siswi MI Insan Kamil Nggorang, MTs Insan Kamil Nggorang, SMAN 2 Nggorang, SMK Bina Mandiri, SDI Nggorang, dan SMPN 2 Nggorang.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berkolaborasi dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam merawat kerukunan dan memperkuat persatuan di Kabupaten Manggarai Barat.**





Tinggalkan Balasan