Dalam sambutan yang dibacakan Stefanus, Bupati Manggarai Barat menekankan bahwa masyarakat tidak boleh melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang telah membentuk karakter bangsa Indonesia.

“Tradisi di sekolah ataupun pesantren mengajarkan kita untuk menghormati ilmu, memuliakan guru, menjaga adab, hidup sederhana, dan mengabdi kepada masyarakat,” demikian petikan sambutan Bupati Manggarai Barat.

Menurut pesan dalam sambutan tersebut, nilai-nilai itu harus terus dipelihara sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Persatuan di Tengah Keberagaman

Pesan mengenai persatuan dinilai relevan bagi masyarakat Manggarai Barat yang hidup dalam keberagaman agama, budaya, dan tradisi.

Bupati Manggarai Barat mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kesempatan untuk saling mengenal, membantu, dan bekerja sama membangun daerah.

“Kekuatan kita bukan terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk saling menghormati dan bekerja sama tanpa merusak keyakinan masing-masing,” demikian bunyi sambutan yang dibacakan Stefanus.