Transformasi tersebut, kata dia, menandai perubahan dari media penyiaran konvensional berbasis frekuensi radio menuju platform digital yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti Instagram, TikTok, dan berbagai kanal digital lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons terhadap perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin bergeser ke media digital.
Meski beradaptasi dengan perkembangan teknologi, RRI tetap menempatkan akurasi dan kredibilitas sebagai fondasi utama dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.
Di tengah maraknya arus informasi dari berbagai akun media sosial yang tidak selalu mengedepankan standar jurnalistik, media pers dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui proses verifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain mengembangkan platform digital, RRI juga terus menghadirkan berbagai format konten edukatif dan informatif, termasuk konten carousel di media sosial yang dirancang agar lebih mudah dipahami publik.





Tinggalkan Balasan