LABUANBAJOVOICE.COM – Keikutsertaan 10 atlet taekwondo Kabupaten Manggarai Barat dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi atlet muda melalui kompetisi tingkat provinsi.
Kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kupang pada 22–26 Oktober 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet pelajar Manggarai Barat untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan membangun mental kompetitif.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia Kabupaten Manggarai Barat, Basilius Sardi Jeramat, mengatakan kontingen taekwondo menjadi bagian dari rombongan olahraga daerah yang mengikuti POPDA bersama sejumlah cabang olahraga lainnya di bawah koordinasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat.
Sebanyak 10 atlet yang diturunkan merupakan atlet hasil seleksi yang telah dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Kita menargetkan emas di even ini,” kata Basilius dalam keterangannya kepada media, Rabu, 21 Oktober 2026.
Meski berorientasi pada pencapaian prestasi, keikutsertaan para atlet juga diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan agar mereka memiliki pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan dan karakter bertanding yang beragam.
Selain mengirimkan atlet, Pengcab Taekwondo Indonesia Kabupaten Manggarai Barat juga mengutus satu orang wasit, yakni Sabeum Andi Jebarus, untuk bertugas dalam kejuaraan tersebut.
Partisipasi wasit ini memperlihatkan keterlibatan unsur sumber daya manusia olahraga dari Manggarai Barat dalam penyelenggaraan kompetisi taekwondo tingkat provinsi.
Keberadaan wasit dalam kejuaraan menjadi bagian penting untuk mendukung jalannya pertandingan sesuai ketentuan dan prinsip sportivitas.
Keterlibatan atlet, pelatih, dan wasit sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan di berbagai aspek olahraga, tidak hanya pada pencapaian hasil pertandingan.
Sementara itu, pelatih Egin Jeramat bertanggung jawab mendampingi dan mengarahkan 10 atlet selama mengikuti kejuaraan di Kota Kupang.
Sardi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui dinas yang membidangi pendidikan, kepemudaan, dan olahraga atas kesempatan serta dukungan yang diberikan sehingga para atlet dapat berpartisipasi dalam POPDA VIII NTT 2026.
Apresiasi juga ditujukan kepada orang tua atlet yang telah memberikan dukungan, motivasi, dan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk berlatih serta mengikuti kompetisi.
Dukungan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan atlet pelajar. Selain menjalani latihan, para atlet juga membutuhkan motivasi dan pendampingan agar dapat menjaga semangat serta disiplin dalam mengembangkan kemampuan.
Dalam konteks pembinaan olahraga daerah, kompetisi seperti POPDA dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil latihan dan mengidentifikasi potensi atlet yang berpeluang berkembang ke tingkat regional maupun nasional.
Pengalaman menghadapi pertandingan di tingkat provinsi juga dapat membantu atlet mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan berikutnya.
Kontingen taekwondo Manggarai Barat membawa harapan untuk memperkuat prestasi olahraga pelajar di NTT. Sepuluh atlet yang bertanding diharapkan mampu menampilkan teknik terbaik, menjaga disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Target dua medali emas menjadi sasaran yang ingin dicapai. Namun, proses pembinaan dan pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dari perjalanan para atlet muda tersebut.
Dengan dukungan pemerintah, pelatih, orang tua, dan pengurus cabang olahraga, keikutsertaan dalam POPDA VIII NTT 2026 diharapkan dapat memperkuat fondasi pembinaan taekwondo di Manggarai Barat sekaligus membuka peluang bagi atlet muda untuk berprestasi pada kompetisi berikutnya.**





Tinggalkan Balasan