LABUANBAJOVOICE.COM – Kegiatan Weekend at Parapuar (WAP) yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama IN-FLORES di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Sabtu, 13 Juni 2026, mendapat respons positif dari masyarakat.

Beragam aktivitas edukatif yang melibatkan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir sepanjang acara.

Melalui kolaborasi yang mengusung semangat edukasi, pelestarian lingkungan, dan penguatan budaya lokal, WAP by IN-FLORES menghadirkan berbagai kegiatan kreatif mulai dari lomba mewarnai tingkat TK/PAUD, lomba menggambar tingkat Sekolah Dasar (SD), promosi UMKM lokal, hingga pertunjukan seni budaya dan hiburan musik.

Lomba mewarnai bertema keanekaragaman hayati yang diikuti 12 peserta tingkat TK/PAUD menjadi salah satu agenda utama pada pagi hari.

Sementara itu, lomba menggambar tingkat SD yang melibatkan 22 peserta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan alam Flores melalui karya visual.

Antusiasme peserta dan keluarga yang mendampingi menciptakan suasana hangat dan penuh semangat di kawasan Natas Parapuar.

Kehadiran kegiatan yang ramah anak dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Salah satu pengunjung, Meri, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, budaya, dan hiburan dalam satu rangkaian acara.

“Saya sangat menikmati penampilan tari tradisional yang menunjukkan kekayaan budaya daerah,” kata Meri.

Menurut Meri, kegiatan WAP by IN-FLORES tidak hanya menjadi ajang hiburan akhir pekan, tetapi juga ruang yang efektif untuk memperkenalkan budaya dan kreativitas masyarakat kepada publik.

Ia menilai kehadiran lomba anak-anak menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar sekaligus berkreasi dalam suasana yang menyenangkan.

“Kehadiran lomba anak-anak, dan live music, membuat acara ini terasa meriah dan bisa dinikmati oleh semua usia. Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan yang positif seperti ini,” ujar Meri.

Selain lomba anak-anak, kegiatan juga menghadirkan sejumlah booth mitra IN-FLORES, termasuk Burung Indonesia serta pelaku UMKM dari Warloka dan Papagarang.

Sebanyak 15 pelaku UMKM lokal turut mempromosikan beragam produk kuliner dan minuman khas Flores kepada pengunjung.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan kolaborasi dalam Weekend at Parapuar by IN-FLORES merupakan bentuk sinergi untuk menghadirkan aktivitas pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

“Pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga bagaimana kita menjaga alam, melibatkan masyarakat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan utama Flores,” ujar Andhy.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi dan interaksi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Flores.

“Melalui kolaborasi bersama IN-FLORES ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi dan interaksi bagi masyarakat maupun pengunjung agar semakin memahami pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya yang kita miliki,” ujar Andhy.

Sementara itu, Koordinator Bentang Darat dan Bentang Laut Wilayah Barat Program IN-FLORES, Imanuddin Utoro, menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan anak-anak melalui lomba melukis dan menggambar bertema keanekaragaman hayati memiliki nilai edukasi yang penting.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana kreatif untuk mengenalkan kekayaan alam Flores sejak dini sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan pada generasi muda.

Selain aktivitas edukasi, suasana sore hari semakin meriah dengan lomba makan yang diikuti sembilan peserta, pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Tate Kind Art, penampilan grup musik lokal Benal and Friend dan Krefil, serta hiburan dari DJ lokal Silfanus.

Melalui penyelenggaraan Weekend at Parapuar by IN-FLORES, BPOLBF berharap kegiatan ini terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur edukasi, budaya, ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan.

Respons positif masyarakat terhadap lomba anak-anak menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan wisata berbasis edukasi dan budaya memiliki tempat tersendiri di hati warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.**