Pemilik Dump Truck Tak Pernah Temui Keluarga Korban di Golo Bilas, Rusli: Melukai Perasaan Keluarga
pemilik dump truck tak pernah temui keluarga korban
LABUANBAJOVOICE.COM – Keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya Trans Flores, tepatnya dekat Pertamina Kampung Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mengaku kecewa atas sikap pemilik dump truck yang dinilai belum menunjukkan empati maupun itikad baik pasca-insiden yang merenggut nyawa seorang warga setempat.
Hingga malam kedelapan setelah korban berinisial M (42), warga Kampung Merombok, Desa Golo Bilas, meninggal dunia, pihak keluarga mengaku belum menerima kunjungan maupun komunikasi dari keluarga pemilik dump truck ataupun sopir kendaraan tersebut.
Muhamad Rusli, adik kandung korban, mengatakan dalam tradisi adat setempat, masa berkabung hingga malam kedelapan memiliki makna penting sebagai ruang membangun komunikasi moral antara kedua belah pihak.
Menurutnya, momentum tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi pihak terkait untuk menunjukkan rasa empati kepada keluarga korban yang sedang berduka.
“Kami sudah menanti dengan pintu terbuka selama delapan malam ini. Namun, seolah tidak ada rasa bersalah, tidak ada satu pun perwakilan dari keluarga sopir maupun pemilik mobil dump truck yang datang berkunjung untuk sekadar menyampaikan belasungkawa,” ujar Rusli, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menilai sikap tersebut semakin memperdalam luka batin keluarga yang kehilangan sosok tulang punggung rumah tangga.
“Sikap acuh tak acuh ini dinilai melukai perasaan keluarga yang tengah dirundung duka akibat kehilangan tulang punggung keluarga mereka yang bekerja sebagai petani tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rusli katakan memang dari awal kejadian waktu itu ada perwakilan pihak keluarga pemilik dump truck. Namun
“Dari awal kejadian itu pemilik dump menemui keluarga korban hanya diwakili dan hingga malam ke 7 almarhum yang datang temui keluarga hanya perwakilan dari pemilik dump,” ungkap keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemilik dump truck belum pernah temui keluarga korban di Kampung Merombok.
“Sampai hari ini pemilik dump tidak perna temui keluarga korban. Seolah-olah dianggap uang duka yang dikasih dan bantuan yang lainnya juga santunan dari Jasaraharja adalah cukup untuk menggantikan nyawa yang hilang, dan untuk menghilangkan rasa duka yang ada dari keluarga korban,” ucapnya.
Ia mempertanyakan, apakah dengan memberikan uang bisa mengobati rasa kehilangan dari pihak keluarga mereka.
“Pertanyaannya, apakah uang bisa mengobati rasa kehilangan atau perasaan duka yang dalam dari keluarga. Apalagi ditambah pihak pemilik dump tidak perna punya etika baik untuk temui keluarga (korban), itu menambah luka yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara, kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa malam, 7 Mei 2026, ketika dump truck dan sepeda motor yang dibawakan M bertabrakan di ruas Jalan Trans Labuan Bajo–Flores, dekat Pertamina Kampung Capi.
Peristiwa tersebut memicu duka mendalam bagi keluarga korban karena M diketahui menjadi penopang utama ekonomi keluarga dan meninggalkan istri serta tiga anak.
Kekecewaan keluarga semakin memuncak setelah pemilik dump truck tidak menghadiri agenda pertemuan yang dijadwalkan oleh penyidik Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Manggarai Barat pada Selasa, 26 Mei 2026.
Keluarga korban kemudian kembali mendatangi Polres Manggarai Barat untuk meminta kejelasan proses hukum dan mendorong adanya tanggung jawab dari pemilik kendaraan.
Rusli menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian telah menginformasikan adanya pertemuan resmi antara keluarga korban dan pemilik dump truck untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut.
“Semalam kami diberitahu oleh penyidik Kepolisian bahwa pada hari ini (Selasa 26 Mei 2026) akan diadakan pertemuan resmi antara pihak Keluarga Korban dengan Pemilik Dump Truck di kantor polisi untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Rusli.
Namun, kata dia, pemilik kendaraan tidak hadir dengan alasan masih berada di Surabaya, Jawa Timur.
“Namun, hari ini pemilik mobil dump truck tersebut tidak datang memenuhi panggilan dengan alasan bahwa beliau masih berada di Surabaya,” jelas Rusli.
Pihak keluarga berharap penanganan perkara tersebut dapat berjalan cepat, adil, dan tidak berlarut-larut.
Mereka juga meminta pemilik kendaraan tidak menghindar dari tanggung jawab moral maupun hukum atas insiden yang menewaskan anggota keluarga mereka.
“Kami kehilangan anggota keluarga, nyawa manusia sudah hilang. Kami menuntut agar pemilik damp truck tersebut keluar dan ikut bertanggung jawab,” tegasnya.**





Tinggalkan Balasan