LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop dan UKM) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang.
Pendaftaran dibuka hingga 12 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan.
Program ini difasilitasi pemerintah daerah sebagai jembatan bagi pencari kerja yang ingin memperoleh pengalaman kerja dan pelatihan di Jepang.
Mitra pelaksana program adalah PT Della Ding Sheng Indonesia (Kizuna Training Center) yang berkantor di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, menjelaskan bahwa proses seleksi akan berlangsung secara bertahap setelah masa pendaftaran berakhir.
“Seleksi tertulis, wawancara, dan sosialisasi program Jepang akan dilaksanakan pada 15 hingga 19 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 1 sampai 10 Juli 2026 melalui akun facebook Disnakertranskopukm Manggarai Barat,” ujar Fatinci kepada media, Senin (9/6/2026).
Menurut dia, peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti pelatihan selama enam bulan di Bekasi sebelum diberangkatkan ke Jepang. Jenis pekerjaan yang akan dijalani peserta menyesuaikan kebutuhan perusahaan di Jepang.
“Bidang pekerjaan cukup beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan penerima di Jepang. Materi pelatihan juga akan mengikuti kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan di sana,” katanya.
Persyaratan Pendaftaran
Adapun syarat mengikuti program magang kerja ke Jepang sebagai berikut:
- Berusia 18–35 tahun.
- Pendidikan minimal SMA/SMK.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Wajib memiliki AK-1 atau Kartu Kuning yang diurus di Kantor Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat.
- Informasi detail mengenai biaya dan jenis pekerjaan akan dijelaskan saat sosialisasi program.
- Informasi awal dapat diperoleh melalui WhatsApp 082-118-939-806.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui klik tautan ini:
https://bit.ly/Rekrutmen_KERJAKEJEPANG2026
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Perencanaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat, Maria Agustina Ivoni Burhan, memastikan bahwa perusahaan yang menjadi mitra program telah memiliki legalitas dan terdaftar pada instansi pemerintah yang berwenang.
“Untuk memastikan perusahaan itu resmi, paling kurang perusahaan tersebut sudah terdaftar di Kementerian Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI. Setelah itu seluruh proses perekrutan masuk dalam sistem aplikasi resmi sehingga pemerintah daerah juga memperoleh pemberitahuan terkait proses tersebut,” jelas Burhan.
Ia menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap legalitas perusahaan sebelum program diumumkan kepada masyarakat.
“Kalau seperti ini saya sudah cek. Resmi. Mereka memiliki lembaga pelatihan dan proses penempatan untuk program magang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena ini bukan perusahaan abal-abal,” katanya.
Burhan menjelaskan pendaftaran dan seleksi yang dilakukan di Manggarai Barat tidak dipungut biaya. Namun peserta perlu memahami bahwa program magang ke Jepang bukan program gratis sepenuhnya.
“Pendaftaran tidak ada biaya, gratis. Tetapi setelah peserta dinyatakan lulus dan masuk tahap pelatihan serta persiapan keberangkatan, ada biaya yang menjadi tanggung jawab peserta,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh skema pembiayaan akan disampaikan secara terbuka oleh perusahaan kepada peserta saat sosialisasi dan seleksi berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Saya sudah meminta pihak perusahaan agar transparan mengenai pembiayaan. Berapa kebutuhan biaya dan bagaimana mekanisme pembayarannya harus disampaikan sejak awal agar peserta memahami seluruh prosesnya,” tegas Burhan.
Menurut dia, pola pembayaran umumnya dilakukan melalui perjanjian antara peserta dan perusahaan. Sebagian biaya dapat dicicil setelah peserta mulai menerima penghasilan selama magang di Jepang.
Hingga Senin (9/6/2026), tercatat sebanyak 16 orang telah mendaftar mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 15 peserta berasal dari Manggarai Barat dan satu peserta berasal dari Palembang. Sebanyak lima orang pendaftar merupakan perempuan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan keterampilan kerja, memperoleh pengalaman internasional, serta membuka peluang karier yang lebih luas.
Selain program magang ke Jepang, Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat juga akan menggelar sejumlah pelatihan keterampilan pada Juni 2026, di antaranya pelatihan kecantikan dan pelatihan servis sepeda motor untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.**





Tinggalkan Balasan