LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat bersama TVRI menyiapkan dua lokasi strategis di pusat Kota Labuan Bajo untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal selama berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengungkapkan rencana tersebut usai melakukan pertemuan dengan Kepala Stasiun TVRI Nusa Tenggara Timur, Jefri, di Labuan Bajo.

Menurut Endi, pemerintah daerah bersama TVRI telah menyepakati dua titik utama yang akan menjadi pusat nobar bagi masyarakat, yakni halaman Kantor Bupati Manggarai Barat dan kawasan Waterfront Labuan Bajo.

“Kami menyiapkan dua lokasi nobar, yaitu di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat dan kawasan Waterfront Labuan Bajo agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama,” kata Endi, Minggu (7/6/2026).

Ia menilai penyelenggaraan nobar memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan bagi warga. Kehadiran ribuan penonton selama pertandingan berlangsung diyakini akan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa di sekitar lokasi acara.

“Kami yakin, seyakin-yakinnya bahwa dengan event ini mampu menggerakkan ekonomi rakyat di samping bagaimana kita disuguhkan dengan tontonan yang menarik,” kata Bupati dua periode itu.

“Karena yang berlaga ini adalah kesebelasan pilihan yang terbaik sehingga kita bisa menikmati lewat siaran yang ditayangkan oleh TVRI Republik Indonesia,” tambah Endi.

Piala Dunia 2026 yang akan disiarkan melalui TVRI dijadwalkan berlangsung mulai 12 Juni hingga 19 Juli 2026. Selama periode tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menikmati pertandingan secara aman, tertib, dan meriah melalui fasilitas nobar yang telah disiapkan.

Selain menjadi ruang berkumpul bagi pecinta sepak bola, kegiatan ini juga diproyeksikan menjadi magnet ekonomi baru bagi Labuan Bajo.

Aktivitas perdagangan dan jasa di sekitar lokasi nobar diperkirakan meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan.

Endi menyebut momentum ini sebagai pertanda baik bagi masyarakat. Menurutnya, akses siaran pertandingan kelas dunia yang dapat dinikmati secara terbuka merupakan bentuk pemerataan hiburan sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan.

“Lagi-lagi ini pertanda baik. Saya kira ini era baru di mana rakyat dapat menikmati siaran yang dipersembahkan oleh TVRI,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan TVRI, nobar Piala Dunia 2026 di Labuan Bajo diharapkan menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat selama turnamen berlangsung, sekaligus memperkuat citra kota pariwisata super prioritas tersebut sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.**