LABUANBAJOVOICE.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata menuju perairan Taman Nasional Komodo menyusul potensi cuaca ekstrem yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.
Penutupan tersebut tertuang dalam Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo Nomor: 06/MP-I/2026 yang diterbitkan pada 14 Januari 2026.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas informasi prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hasil pengamatan kondisi laut dari pos darat, serta laporan dari kapal-kapal yang beroperasi di wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Dalam maklumat itu ditegaskan bahwa penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh kapal wisata, termasuk speedboat, ditutup sementara terhitung sejak 14 hingga 20 Januari 2026, atau sampai kondisi cuaca dinyatakan kembali aman berdasarkan informasi resmi dari BMKG.
“Menindaklanjuti informasi prakiraan cuaca maritim dari BMKG dan sesuai pengamatan laut dari pos darat serta laporan kapal-kapal lainnya, maka pelayaran surat persetujuan berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata (termasuk speed boat) ditutup sementara tanggal 14 – 20 Januari 2026 / sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG,” demikian kutipan dalam maklumat pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo.
Selain penutupan pelayaran, KSOP juga mengeluarkan sejumlah instruksi keselamatan kepada seluruh nakhoda kapal yang beroperasi di wilayah perairan Labuan Bajo, antara lBajo memastikan kelaiklautan kapal dan segera berlindung apabila terjadi cuaca buruk;
Kemudian, memberitahukan kepada kapal lain apabila mengetahui adanya bahaya cuaca di perairan;
Menyesuaikan pola pelayaran, berlabuh atau melakukan mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat, serta memastikan mesin kapal dalam kondisi standby;
Berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas apabila kondisi cuaca semakin memburuk.
Sebelumnya, KSOP Kelas III Labuan Bajo juga telah memberlakukan penutupan sementara pelayaran wisata pada 12 hingga 14 Januari 2026.
Namun, karena kondisi cuaca belum menunjukkan perbaikan signifikan dan potensi cuaca ekstrem masih tinggi, kebijakan tersebut diperpanjang hingga 20 Januari 2026.
KSOP menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh aktivitas pelayaran wisata, khususnya yang melayani rute menuju kawasan Taman Nasional Komodo yang dikenal memiliki karakter perairan terbuka dan rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Melalui maklumat pelayaran ini, KSOP Labuan Bajo berharap seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran wisata, termasuk operator kapal dan wisatawan, dapat memahami serta mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan.
Keselamatan pelayaran, menurut KSOP, merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan laut.
KSOP juga memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan pembaruan data dari BMKG dan akan membuka kembali pelayaran wisata setelah kondisi perairan dinyatakan aman.**






Tinggalkan Balasan