LABUANBAJOVOICE.COM – Pemulihan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat pascagempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 dilakukan secara bertahap dengan tetap menempatkan aspek keselamatan wisatawan sebagai perhatian utama.
Destinasi dan akomodasi yang telah kembali menerima wisatawan merupakan fasilitas yang berdasarkan pemantauan dan informasi pengelola telah dinyatakan siap beroperasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan destinasi dan akomodasi yang dibuka kembali sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan.
“Destinasi dan akomodasi yang telah dibuka kembali, sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan untuk memastikan kesiapan dan keamanannya.” kata Petrus dalam keterangannya Selasa, 8 September 2026.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan aktivitas pariwisata setelah gempa.
Sementara fasilitas yang belum dinyatakan siap masih ditutup sementara. Pengelola masing-masing akomodasi masih melakukan proses pemulihan, pembenahan, dan pemeriksaan teknis.
“Setelah dinyatakan siap, seluruh fasilitas akan kembali melalui pemeriksaan dan verifikasi hingga dipastikan aman dan layak beroperasi.” ujarnya.
Petrus menyampaikan wisatawan sudah dapat kembali berkunjung ke Manggarai Barat, namun tetap harus memperhatikan informasi keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
Di tengah proses pemulihan, sejumlah destinasi wisata di Manggarai Barat telah kembali beroperasi.
Destinasi tersebut antara lain Batu Cermin, Pulau Kelor, Liang Ndara, Wae Lolos, Papagarang, Pasir Panjang, Tondong Belang, Siru, Desa Tanjung Boleng, dan Gua Rangko.
Puncak Waringin di dalam Kota Labuan Bajo juga telah kembali menerima kunjungan.
Di kawasan Taman Nasional Komodo, sejumlah daya tarik wisata telah kembali dibuka dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan ketentuan pengelola.
Aktivitas wisata juga harus mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut serta arahan keselamatan dari pihak berwenang.
Dari sisi transportasi, Bandar Udara Internasional Komodo Labuan Bajo telah beroperasi. Wisatawan tetap diminta melakukan konfirmasi ulang jadwal penerbangan kepada maskapai.
Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga telah beroperasi melayani kapal dan penumpang dalam kondisi lancar dan kondusif.
KSOP Labuan Bajo telah kembali membuka akses pelayaran menuju kawasan Taman Nasional Komodo dengan mempertimbangkan keselamatan pelayaran dan kondisi cuaca.
Pemulihan sektor akomodasi juga berlangsung secara bertahap.
Sejumlah hotel dan akomodasi telah menyatakan kesiapan menerima tamu, di antaranya AYANA Komodo Waecicu Beach, Crowne Plaza, Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sudamala Resort Komodo, serta TA’AKTANA, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo.
Namun, daftar tersebut masih bersifat sementara dan belum mencakup seluruh akomodasi yang telah beroperasi.
Akomodasi yang masih terdampak dan belum menerima tamu tetap menjalani inspeksi oleh manajemen masing-masing.
BPOLBF bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus menghimpun informasi dan memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pembukaan kembali destinasi dan akomodasi dilakukan berdasarkan hasil verifikasi serta pemantauan lapangan.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan pembaruan informasi di lapangan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah kembali berlangsung dan sejumlah destinasi serta akomodasi telah kembali menerima wisatawan.” ujar Andy.
Menurut Andhy, koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan.
“Kami mengajak wisatawan untuk kembali berkunjung ke Labuan Bajo dengan tetap memperhatikan informasi resmi, kondisi cuaca, serta arahan keselamatan dari pihak yang berwenang.” ungkap Andhy.
Di tengah pemulihan aktivitas wisata, perkembangan gempa susulan masih menjadi perhatian. BMKG terus memantau aktivitas kegempaan, sementara informasi kebencanaan mengacu pada informasi resmi BMKG dan BNPB.
Wisatawan yang akan datang ke Labuan Bajo dan Manggarai Barat diminta tidak hanya memastikan destinasi yang dituju telah beroperasi, tetapi juga memperhatikan kondisi terbaru di lapangan.
BPOLBF dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengimbau wisatawan memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, KSOP, Kementerian Pariwisata, BPOLBF, pemerintah daerah, dan pengelola destinasi.
Wisatawan juga perlu memastikan jadwal penerbangan kepada maskapai, mengecek kondisi akomodasi dan destinasi sebelum berangkat, memperhatikan cuaca serta gelombang laut, dan mengikuti seluruh prosedur keselamatan.
Informasi mengenai kondisi pariwisata dapat diperoleh melalui Hotline Pariwisata BPOLBF di 0811-3879-4555 atau Hotline Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat di 0852-8450-3800.
Pemulihan pariwisata Labuan Bajo dengan demikian berjalan beriringan dengan proses verifikasi dan pemantauan. Pembukaan kembali fasilitas wisata dilakukan secara bertahap agar aktivitas pariwisata dapat kembali bergerak tanpa mengabaikan aspek keselamatan wisatawan dan pelaku usaha.**





Tinggalkan Balasan