Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional di The Mandalika memiliki kontribusi terhadap aktivitas ekonomi, baik pada tingkat nasional maupun daerah.

Troy menjelaskan, manfaat ekonomi kegiatan tersebut juga dirasakan masyarakat lokal melalui keterlibatan tenaga kerja dari berbagai sektor pendukung penyelenggaraan.

Lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal NTB terlibat dalam rangkaian kegiatan MotoGP 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 72 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Selain penyerapan tenaga kerja, sebanyak 769 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan ratusan pelaku UMKM itu menghasilkan estimasi nilai transaksi atau omzet mencapai Rp2,94 miliar.

“Manfaat penyelenggaraan juga melibatkan masyarakat setempat. Lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal NTB terlibat dalam rangkaian event, dengan sekitar 72% berasal dari Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi UMKM menjadi salah satu indikator keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem penyelenggaraan event internasional.