Kekeluargaan Terbelah: Ketika Pilihan Politik Masuk ke Rumah

Inilah salah satu persoalan paling sensitif dalam Pilkades. Di desa, hubungan sosial tidak berdiri sendiri. Masyarakat saling mengenal, bertetangga, memiliki hubungan keluarga, hubungan adat, hubungan pekerjaan, dan hubungan sosial yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ketika pilihan politik berbeda, perbedaan itu terkadang masuk hingga ke ruang keluarga. Saudara dapat berbeda pilihan. Teman dapat berseberangan. Tetangga dapat menjadi pendukung kandidat yang berbeda. Bahkan hubungan yang sebelumnya begitu dekat dapat menjadi renggang hanya karena pilihan politik.

Padahal Pilkades hanya berlangsung dalam satu momentum, sementara hubungan kekeluargaan dan kehidupan bermasyarakat berlangsung jauh lebih panjang. Karena itu, perbedaan pilihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.

Demokrasi justru menjadi dewasa ketika masyarakat mampu mengatakan: kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita tetap satu keluarga, satu kampung, dan satu masyarakat desa.